PANGKALAN BUN - Pencarian bangkai AirAsia QZ8501 di bawah laut yang dilaporkan ke Pangkalan Bun masih belum menunjukkan hasil signifikan. Cuaca di sekitar Kotawaringin Barat sepanjang hari kemarin belum bersahabat. Hujan turun merata sejak siang hingga menjelang malam. Jawa Pos sempat memantau kondisi perairan di sekitar Pelabuhan Teluk Kumai. Saat hujan, pandangan memang hanya beberapa meter. Direktur Operasional dan Pelatihan Basarnas Marsekal Pertama TNI S.B. Supriyadi menyebutkan, hasil operasi bawah air masih sebatas slide scan. ”Ada sejumlah titik yang memang ditengarai ada bagian pesawat, namun masih perlu pembuktian,” ujarnya kemarin. Menurut Supriyadi, operasi bawah air yang dilakukan sejumlah alat masih terganggu cuaca. Kecepatan angin, gelombang tinggi, dan hujan yang merata membuat pandangan di bawah air masih buram. Para penyelam yang mencoba mendeteksi dugaan bagian pesawat dari perekaman alat pun mendapat hasil nihil. ”Visibility nol, artinya itu sangat buram,” jelas Supriyadi. Para penyelam pun akhirnya kembali ke kapal dengan tangan hampa. Demikian juga peranti-peranti negara sahabat seperti Rusia maupun Singapura, masih belum menunjukkan hasil positif. Dari sejumlah serpihan pesawat, sejauh ini tim di lapangan menduganya sebagai badan pesawat yang patah. Artinya, bagian depan dan ekor sudah terpisah. Nah, dengan kondisi seperti itu, pencarian bawah air lebih difokuskan pada bagian ekor yang terdapat black box. ”Sembari kita juga mencari dugaan adanya jenazah yang masih ada di badan pesawat tentunya,” kata Supriyadi. Basarnas sendiri belum memutuskan, jika nanti menemukan ekor atau bagian depan pesawat, apakah yang akan diangkat seluruhnya atau hanya diambil kotak hitamnya. ”Kalau KNKT inginnya diangkat semuanya. Kita juga berharap seperti itu, tapi kita juga berhadapan dengan cuaca tentunya,” tutur dia.(aph/mia/gun/byu/c9/kim)
“Visibility Nol, Artinya itu Sangat Buram”
Senin 05-01-2015,08:18 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,17:46 WIB
Kasus Suap Rekrutmen PHL PDAM Bengkulu Bergulir ke Babak Baru, Polda Tetapkan Empat Tersangka Lagi
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:55 WIB
360 Calon Siswa Belum Dapat Sekolah, Dikbud Bengkulu Siapkan Distribusi ke 7 Sekolah Negeri dan Program PJJ
Kamis 09-07-2026,17:43 WIB
Polda Bengkulu Kembangkan Kasus Repacking Minyakita, Calon Tersangka Baru Mulai Terendus
Terkini
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:59 WIB
Rumus Institute Beberkan Siasat Pabrik Sawit di Mukomuko Dapat 900 Kg Buah Gratis Per Truk
Kamis 09-07-2026,17:57 WIB