BENGKULU, BE - Hingga kemarin siang (1/1), hanya Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang belum menyerahkan naskah APBD-nya untuk diverifikasi oleh Gubernur Bengkulu. Sedangkan kota dan kabupaten lainnya sudah lama diserahkan bahwa sudah selesai diverifikasi. Dengan demikian, Pemkab Rejang Lebong terancam mendapatkan sanksi berupa Bupati, Wakil Bupati dan semua anggota DPRD-nya tidak menerima gaji selama 6 bulan kedepan. \"Mendagri sudah mengeluarkan Surat Edaran pada November lalu yang isinya semua provinsi, kabupaten dan kota se Indonesia harus mengesahkan dan menyerahkan naskah APBD-nya kepada pemerintah yang diatasnya paling lambat 31 Desember 2014, jika tidak maka akan diberikan sanski keterlambatan berupa kapala daerah, wakil kepala daerah dan semua anggota DPRD-nya tidak menerima gaji selama 6 bulan,\" ungkap Dirjen Anggaran Kemendagri, Reydonnyzar Moenek saat dihubungi, kemarin. Menurutnya, yang tidak diberikan tersebut bukan hanya gaji pokok saja, melainkan semua haknya seperti tunjangan jabatan, tunjangan transportasi dan berbagai tunjangannya. Hanya saja sanksi tersebut tidak serta merta diberlakukan, melainkan ada proses yang harus dilalui Mendagri, yakni mencari penyebab lambannya pengesahan APBD tersebut. \"Kalau penyebabnya dinilai masuk akal, mungkin sanksi tidak diterapkan. Sebaliknya, jika penyebab molornya pengesahan APBD tersebut dinilai tidak rasional, kemungkinan besar sanksi diberlakukan. Ini sepenuhnya ada ditangan Pak Menteri,\" terangnya. Diakuinya, dikeluarkannya Surat Edaran tersebut bukan hanya sekedar ingin menakut-nakuti pemerintah daerah, melainkan betul-betul menginginkan agar pemerintah daerah cepat membahas anggarannya karena menyangkut program pembangunan. Dengan pengesahan APBD yang tepat waktu tersebut diharapkan semua anggaran bisa terserap hingga akhir tahun. \"Tujuannya sangat bagus agar program pembangunan dapat dijalankan dengan baik, bukan bermaksud agar kepala daerah dan DPRD-nya tidak menerima gaji selama 6 bulan,\" ucapnya. Ia pun meminta pemerintah Provinsi Bengkulu untuk segera menyampaikan keterlambatan pengesahan APBD kabupaten/kota kepada kemendagri, karena laporan itu akan dijadikan dasar pengambilan kebijakan berikutnya. \"Kami minta pemerintah provinsi jangan bermain, artinya jangan menutup-nutupi kabupaten yang terlambat. Kalau pun ditutup-tutupi, nanti pasti akan ketahuan, jadi lebih baik laporkan saja apa adanya,\" Reydonnyzar.(400)
Pemkab RL Terancam Sanksi
Jumat 02-01-2015,13:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 29-08-2026,12:42 WIB
Zulhas Targetkan Pembenahan Tata Kelola MBG Sebelum 20 Oktober 2026
Sabtu 29-08-2026,12:50 WIB
Kabut asap menguatkan ancaman ISPA
Sabtu 29-08-2026,12:48 WIB
Ekoenzim, Solusi Hemat dengan Limbah Bermanfaat
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Sabtu 29-08-2026,12:39 WIB
Prabowo Minta BRIN Bangun Teknologi Desalinasi Penuhi Kebutuhan Air
Terkini
Sabtu 29-08-2026,16:06 WIB
AHM Photo Competition 2026 Hadirkan Empat Subtema, Siapkan Hadiah Sepeda Motor dan Uang Tunai
Sabtu 29-08-2026,16:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pelajar Asah Kreativitas di Media Sosial Lewat SMKreator
Sabtu 29-08-2026,16:02 WIB
AHM Buka Program Young School Influencer 2026, Pelajar Bisa Belajar Jadi Content Creator
Sabtu 29-08-2026,12:56 WIB
Industri Minyak Atsiri Indonesia Makin Wangi di Pasar Global
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB