MUKOMUKO, BE - Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko, Armansyah ST menegaskan supaya pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya memberikan kejelasan batas antara kawasan hutan atau tidaknya. Jikalau benar adanya perubahan kawasan harus ada sosilisasi dan solusi kepada masyrakat. Ketidak jelasan patok batas kawasan hutan. Lahan perkebunan milik rakyat termasuk perusahaan yang sebelumnya tidak berada dalam kawasan hutan, diindikasi kuat ada yang masuk dalam kawasan hutan. Akibat ketidak jelasan batas itu. Dicontohkan Arman, di Desa Ranah Karya, yang memiliki lahan seluas 15 hektar menunda kegiatan pembangunan kebun masyarakat desa. Sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk membuka lahan untuk kas desa tersebut. “ Jikalau benar adanya perubahan. Saya menduga banyak lahan masyarakat yang masuk dalam kawasan, termasuk perusahaan besar di daerah ini. Nah, inilah yang harus ada solusi dari semua pihak terkait,” sarannya. Politisi Gerindra itu mengingatkan supaya tidak ada pembiaran. Yang kedepannya dapat menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan. “ Jika ada dasar yang jelas. Sesegera mungkin ada sosialisasi dan solusi. Supaya persoalan itu tidak berlarut – larut dan merugikan masyarakat banyak,” pungkasnya. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten, Eddy Apriyanto membenarkan adanya perubahan tentang kawasan hutan. Yang di SK kan Kemenhut. “ Peta dan SK nya langsung dari pusat. Kita tidak pernah mengusulkan terkait perubahan tersebut,” katanya. Untuk titik atau lokasi serta jumlah luasan untuk wilayah Kabupaten Mukomuko, belum diketahui dengan jelas. Karena untuk melakukan pemetaan ulang dan pengukuran adalah kewenangan pihak Balai Penetapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah 2 Palembang, yang melibatkaan Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten. Dia menegaskan hutan kawasan tidak dibenarkan ada hak kepemilikan hingga diterbitkan SKT hingga sertifikat. Perubahan peruntukan kawasan hutan tersebut berdasarkan Kepmenhut RI Nomor : SK.643/Menhut – II/2011 tentang perubahan peruntukan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan seluas kurang lebih 2.192 hektar, perubahan antara fungsi kawasan hutan seluas kurang lebih 31.013 hektar dan penunjukan bukan kawasan hutan menjadi kawasan hutan seluas 101 hektar di Provinsi Bengkulu. Dan, Kepmenhut Tahun 2012, Nomor : SK.784/Menhut – II/2012 tentang perubahan atas keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 420/KPTS – II/ 1999 tanggal 15 Juni 1999 tentang penunjukan kawasan hutan di wilayah Provinsi Daerah tingkat I Bengkulu, seluas kurang lebih 920.094 hektar. (900)
Batas Hutan Harus Diperjelas
Rabu 17-12-2014,18:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,19:15 WIB
Sopir Tak Tersedia, Jenazah Diantar Pickup, Pemkab Lebong Bertindak
Selasa 24-03-2026,18:53 WIB
Tarif Pantai Cemoro Sewu Disorot, BKSDA Bengkulu Tegaskan Sudah Sesuai Aturan
Selasa 24-03-2026,17:13 WIB
DPRD Soroti Seleksi 11 JPT Pratama Pemkot Bengkulu, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pejabat
Selasa 24-03-2026,17:18 WIB
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Mukomuko Wajib Hadir, Pemkab Siapkan Sidak ke OPD
Selasa 24-03-2026,18:17 WIB
Puluhan Ribu Wisatawan Padati Destinasi Wisata Kota Bengkulu Saat Lebaran
Terkini
Rabu 25-03-2026,15:59 WIB
Bupati Rifai Tajuddin Warning ASN: Jangan Tambah Libur
Rabu 25-03-2026,15:54 WIB
Tragis! Pria di Bengkulu Nyaris Tewas Setelah Dibakar Mantan Kekasih
Rabu 25-03-2026,15:31 WIB
Pantai Batu Kumbang Dipadati Wisatawan, Kapolres Mukomuko Larang Pengunjung Berenang
Rabu 25-03-2026,15:28 WIB
Kapolres Kaur Turun Langsung Bantu Pemudik Pecah Ban
Rabu 25-03-2026,15:23 WIB