BENGKULU, BE - Polemik Pasar Tradisional Percontohan Panorama belum menemukan titik terang penyelesaian. Para pedagang mengurungkan niatnya untuk melakukan demonstrasi ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, namun para pedagang memastikan tetap akan melancarkan protes atas bungkamnya Pemerintah Kota dalam menyikapi masih banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan. \"Seharusnya hari ini (kemarin, red) kita sudah merencanakan akan melancarkan aksi demonstrasi ke Satpol PP. Tapi hari Minggu malam (7/12) kita dicegah sama Kapolsek Gading Cempaka yang berjanji akan memediasi tuntutan pedagang dengan Pemerintah Kota. Namun saat kita konfirmasi, Kapolsek Gading Cempaka memberitahu kami bahwa beliau telah dimutasikan ke Polda Bengkulu. Sehingga semua rencana yang kami susun dibatalkan,\" kata Mulyadi (40), salah satu pedagang sayur yang dikenal getol berjuang agar para PKL di sejumlah ruas jalan Pasar Panorama ditertibkan, Senin (8/12). Ia menyatakan, ia bersama-sama para pedagang telah bersepakat untuk kembali melakukan pemblokiran terhadap sejumlah ruas jalan di kawasan Pasar Panorama, pagi ini (9/12). Pemblokiran tersebut baru akan dibuka bilamana walikota atau unsur pimpinan DPRD Kota Bengkulu bersedia menemui pedagang. \"Sampai ada komitmen dari walikota atau pimpinan dewan untuk menertibkan pedagang yang berjualan di luar, kami akan terus melakukan protes. Pemerintah jangan tinggal diam. Masalah ini sudah berlarut-larut dan kami minta pemerintah bisa bersikap tegas terhadap pedagang yang melanggar aturan,\" sampainya. Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Mardensi SAg, kembali menegaskan, setiap instansi pemerintah yang berkaitan dengan masalah ini harus dapat segera menindaklanjuti tuntutan pedagang. Bila persoalan ini tak kunjung direspon, Komisi III berencana akan menerapkan sanksi berupa pemangkasan anggaran bagi setiap instansi tersebut. \"Pasar urusannya Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), jalan itu Dishubkominfo (Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika) dan penertiban itu Satpol PP. Saya kira instansi yang bertanggung jawab atas permasalahan ini sudah jelas. Setiap dinas kan ada anggarannya untuk melakukan kegiatan. Jadi jangan saling menunggu,\" tandasnya. Menurut Mardensi, dengan keterlibatan banyak instansi dalam perkara ini, seharusnya persoalan di pasar tersebut dapat tuntas lebih cepat dari persoalan-persoalan lainnya. Ia pun berharap agar para pedagang tidak melakukan pemblokiran jalan karena akan menganggu ketertiban dan keamanan bagi warga pengguna jalan. \"Kan tuntutan pedagang sudah jelas agar bagaimana para pedagang yang diluar bisa menempati kiosnya yang di dalam. Sehingga baik pembeli maupun penjual dapat merasa nyaman. Kalau semua instansi bergerak, seharusnya bisa lebih cepat dituntaskan. Saya kira kita hanya butuh ketegasan dari Pemerintah Kota, khususnya instansi yang terkait. Jangan hanya karena emosi sesaat lantas langsung melakukan pemblokiran jalan. Allah pasti akan memberikan rezeki kepada mereka yang sabar,\" pungkasnya. (009)
Pedagang Kembali Blokir Jalan
Selasa 09-12-2014,12:33 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 26-03-2026,19:25 WIB
189 ASN Seluma Dirotasi, Bupati Pastikan Gerbong Kedua Segera Bergulir
Kamis 26-03-2026,19:36 WIB
Kunjungan Meningkat 30 Persen, Pusat Perbelanjaan di Bengkulu Dipadati Pengunjung Selama Lebaran
Kamis 26-03-2026,19:34 WIB
Dua Rumah di Lebong Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Jumat 27-03-2026,11:27 WIB
Libur Lebaran, Sampah Jadi Sorotan di Wisata Lubuk Langkap
Jumat 27-03-2026,12:52 WIB
Pasca Lebaran, Harga Sawit di Mukomuko Masih "Perkasa" di Atas Rp3.000/Kg
Terkini
Jumat 27-03-2026,15:41 WIB
Sekda Lantik Pengurus PWRI Bengkulu Selatan 2025–2030
Jumat 27-03-2026,14:56 WIB
Bapenda Gandeng Kejari Bengkulu Selatan, Optimalkan PAD 2026
Jumat 27-03-2026,13:12 WIB
Bus Damri Murah Diserbu Warga, Dishub Usulkan Rute Baru ke Kedurang
Jumat 27-03-2026,12:55 WIB
Siasati Keterbatasan Anggaran, Pemkab Mukomuko Kejar Pembiayaan Kreatif untuk Proyek Strategis Nasional
Jumat 27-03-2026,12:52 WIB