BENTENG, BE - Pembangunan warung remang-remang (Warem) dikawasan Pegunungan Kecamatan Taba Penanjung, disinyalir banyak merambah kawasan hutan lindung (HL). Masyarakat yang membangun Warem tersebut, perlu ditertibkan dan bangunannya harus dibongkar. Keberadaan Warem itu diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung. \"Kita melakukan pendataan untuk kejelasan status mereka. Apakah mereka itu sebagai bapak dan anak, kakak adik atau bagiamana. Sehingga kita memberikan imbauan agar yang tinggal itu memiliki kejelasan status hubungannya,\" ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Benteng Ajamalus. Ajamalus mengakui, bilabangunan Warem di wilayah gunung tersebut terdapat kamar-kamar yang dibuat berpetak-petak, lengkap dengan fasilitas kamar. Guna mengelabuhi masyarakat, kamar-kamar tersebut dibungun dibawah atau dibelakang Warem. Sedangkan bangunan depan dibuat sebagai warung baik manisan maupun warung makan. \"Kita minta aparat terkait dan pemerintah daerah menertibkan keberadaan Warem itu,\" tukas Ajamalus. (320)
Warem Rambah HL
Kamis 04-12-2014,19:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 28-09-2026,20:32 WIB
Lebong dan Rejang Lebong: Jangan terburu-buru buka hutan, bangun ekonomi hijau berbasis karbon
Senin 28-09-2026,14:03 WIB
Dugaan Penyimpangan Anggaran di Sekretariat DPRD Lebong Dilaporkan ke Kejati Bengkulu
Senin 28-09-2026,14:16 WIB
Kartini Bekasi Sulap Limbah Plastik Jadi BBM
Senin 28-09-2026,16:30 WIB
Dirlantas Polda Bengkulu Naik Podium di Kejurnas Dragbike, Buktikan Usia Bukan Batasan Berprestasi
Senin 28-09-2026,13:49 WIB
Apresiasi 29 Personel Berprestasi, Kapolresta Bengkulu Minta Terus Tingkatkan Kinerja
Terkini
Selasa 29-09-2026,12:27 WIB
Mukomuko Dapat Program SNT, Pemkab Siapkan Lahan 20 Hektare
Selasa 29-09-2026,12:25 WIB
Tiga Desa Masih Nihil Calon Kades, DPMD Mukomuko Minta Panitia Jemput Bola
Selasa 29-09-2026,10:13 WIB
Polda Bengkulu Minta Maaf, Oknum Polisi di Aksi Hari Tani Dikenai Tindakan Disiplin
Senin 28-09-2026,20:32 WIB
Lebong dan Rejang Lebong: Jangan terburu-buru buka hutan, bangun ekonomi hijau berbasis karbon
Senin 28-09-2026,16:30 WIB