BENGKULU, BE – Tiga orang terdakwa kasus dugaan penyimpangan dan Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Kota Bengkulu, meminta hakim Pengadilan Tipikor meringankan hukuman mereka, jika memang mereka salah dalam menggunakan dana RSMY tersebut. Hal itu disampaikan ketiga terdakwa dalam sidang pembelaan atau pledoi di ruang sidang gedung Pengadilan Negeri Bengkulu, Jumat (28/11). \"Memang tak mudah membuktikan apa yang sudah dibacakan JPU. Saya berbicara jujur dan membacakan pembelaan ini, demi kepentingan hukum. Semua uang yang diperintahkan atasan untuk disampaikan kepada tim pembina Provinsi selalu saya sampaikan dan itu semua ada saksinya. Saya mohon majelis hakim meninjuau kembali dan meringankan hukuman,\" kata Darmawi, salah satu terdakwa. Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua, H Sultoni SH MH, serta H Toton SH MH dan dan Rendra selaku hakim anggota, penasihat hukum (PH) Darmawi, H Ali Thasa SH MH juga meminta kepada hakim agar tuntutan yang ditujukan kepada kliennya tersebut diringankan, bahkan dibebaskan dari tuntutan. \"Dalam dakwaan yang dibuat JPU itu tidak terbukti secara sah menyatakan terdakwa dihukum. Kami meminta untuk dibebaskan dari tuntutan. Selain apa yang dilakukan oleh terdakwa ini merupakan perintah dari atasan, dan semuanya telah dilaksanakan sesuai dengan perintah. Tidak ada niat terdakwa untuk melakukan perbuatan korupsi, memperkaya diri sendiri maupun orang lain,\" sampai Ali Thasa, saat membacakan pembelaan. Dalam persidangan kemarin, tak hanya Darmawi, kedua terdakwa lainnya dr Zulman Zuri Amran dan Hisar C Sihotang SKM MSi melakukan pembelaan dan meminta agar hukuman tersebut diringankan. Sekedar mengingatkan, pada sidang sebelumnya, JPU sudah membacakan tuntutan kepada mereka. Darmawi SE MM (mantan Staf Keuangan), dituntut 5 penjara dan membayar denda Rp 100 juta dan Subsider 8 bulan kurungan serta membayar uang pengganti senilai Rp 689.30, dr Zulman Zuri Amran (mantan Direktur RSMY), dituntut oleh jaksa penutut umum (JPU) selama 5 tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp 50 juta dengan subsidier 4 bulan kuruangan serta membayar uang pengganti Rp 174 juta. Sementara itu, Hisar C Sihotang SKM MSi (mantan Bendahara Pengeluaran) yang dituntut dengan hukuman 4 tahun, denda Rp 50 juta dengan subsidier 4 bulan kurungan.(135)
Terdakwa RSMY Minta Diringankan Hukuman
Sabtu 29-11-2014,12:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 25-10-2026,19:00 WIB
Puncak Honda Bikers Day 2026, 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan di Ambarawa
Senin 26-10-2026,11:54 WIB
Dino Patti Djalal Buka Suara, Tegaskan 28 Tahun Mengabdi untuk Indonesia dan Bantah Tak Nasionalis
Senin 26-10-2026,09:47 WIB
Laporan Rahasia CIA Terungkap, Israel Dibayangi Ancaman Perang Saudara! Ini Pemicunya
Senin 26-10-2026,09:37 WIB
Karhutla Didorong Jadi Bencana Nasional, Nuroji Soroti Konsekuensi yang Harus Dipertimbangkan
Senin 26-10-2026,09:23 WIB
Bentuk Segitiga di Telapak Tangan, Benarkah Jadi Pertanda Datangnya Rezeki?
Terkini
Senin 26-10-2026,16:29 WIB
Pemkot Bengkulu Berpeluang Perpanjang Kontrak PPPK Paruh Waktu
Senin 26-10-2026,16:28 WIB
Sekolah di Kota Bengkulu Bakal Dapat Tambahan Panel Interaktif Digital
Senin 26-10-2026,14:44 WIB
Peran Pesantren Dinilai Besar, Bapperida Mukomuko Dorong Kebijakan Lebih Berpihak
Senin 26-10-2026,14:34 WIB
SP3 Kasus Sawit 1,5 Ton Digugat, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan SKT 1987
Senin 26-10-2026,14:31 WIB