BENGKULU, BE - Rasio belanja pegawai terhadap belanja daerah se Provinsi Bengkulu tahun 2013-2014 masih cukup yakni mencapai 30,08 persen. Belanja pegawai ini menempati angka tertinggi se Indonesia, karena rasio belanja pegawai di provinsi lainnya masih berada dibawah Provinsi Bengkulu. Nomor dua tertinggi adalah Provinsi Maluku Utara rasio belanja pegawainya mencapai 38 persen, berikutnya disusul oleh Provinsi Sulawesi Tenggara, Maluku, Sulaweasi Utara, Gorontalo dan DKI Jakarta. Sedangkan posisi peringkat terakhir atau rasio belanja pegawainya yang paling rendah adalah Provinsi Papua Barat yang hanya 17,65 persen. \"Rasio belanja pegawai ini bukan persentase terhadap total APBD, tapi terhadap belanja barang dan jasa,\" kata Deputi Bidang Pencegahan sekaligus Juru Bicara KPK, Johan Budi SP saat mengisi materi Semiloka Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi, di Pemda Provinsi Bengkulu (26/11). Menurutnya, angka 30,08 persen tersebut menunjukkan masih tingginya belanja pegawai di Provinsi Bengkulu. Hal itu juga dibuktikan dengan banyak temuan, bahwa belanja pegawai tidak hanya sebatas membayar gaji rutin setiap bulannya, namun juga terdapat honor disetiap kegiatan. \"Honor kegiatan itu masuk kedalam belanja pegawai, sedangkan angka honor ini sangat besar sekali angkanya. Karena pemberian honor ini bukan berdasarkan waktu, tapi berdasarkan kegiatan. Semakin banyak kegiatan unit kerja pemerintah daerah, maka semakin besar pula honor panitianya,\" ujar Johan Budi. Sementara rasio belanja pegawai terhadap total belanja daerah dalam agregat provinsi, kabupaten dan kota, Jawa Tengah menempati posisi terbesar belanja pegawainya, yakni mencapai 51,62 persen. Dibawah Jawa Tengah disusul oleh Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, DIY Yogyakarta, dan Bengkulu menempati posisi nomor 5, dan daerah yang terendah adalah DKI Jakarta yang hanya 22,79 persen. Dikatakan Budi, dengan masih tingginya belanja pegawai tersebut menunjukkan daerah belum bisa melakukan efesiensi anggaran. Karena itu sangat cocok sekali dengan instruksi Presiden Jokowi bahwa pemerintah pusat dan daerah wajib melakukan penghematan anggaran yang sifatnya untuk belanja pegawai, dan lebih memprioritas anggaran tersebut untuk belanja barang seperti pembangunan jalan, dan pembangunan infrastruktur lainnya. \"Ini merupakan tugas dan fungsi dari inspektur daerah, jadi ke depan kita harap inspektur daerah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, sehingga angka ini akan terus menurun pada tahun-tahun mendatang,\" tukasnya.(400)
Belanja Pegawai Bengkulu Tertinggi
Jumat 28-11-2014,09:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,17:36 WIB
SDN 77 Padang Serai Overload, Warga dan DPRD Sepakat Usulkan Pendirian Sekolah Baru
Jumat 06-11-2026,21:11 WIB
Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, SU Masih Belum Ditahan
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Jumat 06-11-2026,18:17 WIB
Seleksi Petugas Haji Daerah 2027: Syarat dan Jadwal Lengkap
Terkini
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:29 WIB
Taekwondo Mukomuko Raih Enam Medali Perunggu di POPDA 2026
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB