CURUP, BE - Memasuki pergantian musim atau pancaroba dari kemarau ke musim hujan, berdampak pada peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Rejang Lebong, pada awal bulan November 2014 ini setidaknya ada 5 kasus yang terjadi. \"Kelima kasus DBD yang terjadi tersebut semuanya berasal dari Kelurahan Kesambe Baru dan kesemuanya merupakan tetangga dekat,\" ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Akhmad Juli SKM melalui Kasi PP dan Bankes, Nunung Tri Mulyanti SKM MM. Menurut Nunung, salah satu faktor utamanya merebaknya kasus DBD ini tak lain adalah terkait dengan perubahan musim yang sedang terjadi. Dimana pada saat musim hujan akan banyak bermunculan tempat-tempat nyamuk berkembang biak. Lebih lanjut ia menjelaskan, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini memang menunjukkan peningkatan. Dimana pada bulan-bulan sebelumnya pihaknya hanya mencatat sekitar 4 hingga 5 kasus. Namun pada awal November saja sudah mencapai 5 kasus. \"Kemungkinan masih ada peningkatan itu bisa saja terjadi, mengingat saat ini baru awal bulan dan jumlah kasusnya sudah cukup banyak,\" tambah Nunung. Sementara itu, untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD khususnya di Kawasan Kesambe Baru Kecamatan Curup Timur, pihaknya akan melakukan fogging atau pengasapan. Bahkan menurut Nunung, fogging akan mereka lakukan pada Jumat pagi ini. Sementara itu, terkait dengan penyakit DBD ini, Nunung menjelaskan bahwa penyakit ini tidak akan bisa hilang dari Kabupaten Rejang Lebong. Hal tersbeut dikarenakan bibit penyakitnya selalu ada. Meskipun begitu, Nunung meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena penyakit ini bisa dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu Nunung juga mengajak untuk menerapkan cara pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M yaitu menutup, menguras dan mengubur barang bekas. \"Dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan 3M bisa membantu menekan penyebaran penyakit DBD di wilayah tempat tinggal kita,\" jelas Nunung. Selain itu Nunung juga menjelaskan gejala yang ditimbulkan untuk penyakit DBD ini yaitu demam tinggi secara mendadak selama 2 hingga 7 hari, terkadang panas akan turun di hari ke-3 atau 4 dan naik kembali di hari berikutnya, nyeri dirasakan di belakang mata, adanya bintik merah kehitaman pada kulit. Dengan adanya gejala ini maka sabaiknya cepat dirujuk di pelayanan kesehatan agar bisa di tangani. (251)
Kasus DBD Meningkat
Jumat 14-11-2014,11:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 27-08-2026,09:41 WIB
Gerakan Cegah Penularan Tuberkulosis dan Penanggulangan TBC melalui Edukasi pada Ibu Hamil dan Ibu Balita
Kamis 27-08-2026,12:01 WIB
Syarifudin Dilantik Jadi Sekda Definif Kabupaten Lebong
Kamis 27-08-2026,12:22 WIB
Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Fakta Hyperhidrosis yang Perlu Diketahui
Kamis 27-08-2026,13:41 WIB
KONI Provinsi Bengkulu Bidik 6 Emas di PON 2028, Atlet Berprestasi Disiapkan Masa Depan
Kamis 27-08-2026,13:49 WIB
Didukung 53 Personel, Damkar Mukomuko Masih Terkendala Armada dan Pos
Terkini
Kamis 27-08-2026,16:53 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Menuju Zero Stunting
Kamis 27-08-2026,16:52 WIB
28 Ribu Warga Bengkulu Nikmati BPJS Gratis, Pemkot Perkuat Jaminan Kesehatan
Kamis 27-08-2026,16:41 WIB
Alur Pulau Baai 6,5 Meter LWS, Dua Kapal Bawa 7.500 Ton Pertalite Lancar Bersandar
Kamis 27-08-2026,16:27 WIB
Saksi Bongkar Fee 18–20 Persen Proyek dari PT CMC di Rejang Lebong
Kamis 27-08-2026,16:22 WIB