LAIS, BE - Sejak saluran irigasi rusak total 2012 lalu, sekitar 40 hektare (Ha) sawah di Desa Kalbang Kecamatan Lais, Bengkulu Utara (BU) tak dapat ditanami padi. Petani setempat terpaksa hanya menanam palawija. \"Ada sekitar 60 petani yang terkena imbasnya. Mereka saat ini tidak bisa lagi menanam padi, tapi Palawija daripada tidak menghasilkan sama sekali,\" kata Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya 2 Desa Kalbang, Mulyadi. Dikatakannya, palawija yang ditanam petani diantaranya agung, kacang tanah, terong dan cabai merah. Tapi, hasil yang didapatkan dari palawija jauh lebih rendah dari padi. Karena itu petani berharap saluran irigasi yang putus akibat banjir di desa itu segera diperbaiki pemerintah. \"Kami sudah pernah datang ke Dinas PU, tapi jawabannya perlu anggaran besar sekitar Rp 200 sampai Rp 300 juta,\" ujarnya. Menurutnya, dulunya saat masyarakat mengajukan proposal pembangunan jembatan menuju sawah , memang kondisi irigasi masih sangat bagus. Saat jembatan mulai dikerjakan, irigasi malah putus karena bencana. \"Harapan kami sebagai Petani, untuk anggaran tahun 2015 perbaikan irigasi sawah kami bisa dianggarkan,\" tuturnya. Kini, sambung Mulyadi, ia dan petani lainnya masih menunggu tanggapan pemerintah. Jika tidak ada tanggapan dari Pemerintah, maka para Petani akan berencana alih fungsi lahan ke perkebunan. Saat ini, mereka masih bersabar, karena dari Dinas Pertanian melarang keras alih fungsi lahan tersebut. Saat ini, belum ada solusi pasti. Jadi pihaknya hanya bisa berharap pada Pemerintah agar sawah mereka bisa berfungsi kembali. Sementara itu, Jusmadi (35) salah seorang Petani menuturkan, jika dalam tahun 2015 irigasi tidak juga diperbaiki oleh pemerintah, maka pihaknya akan alih lahan sawahnya ke perkebunan, seperti sawit dan karet. \"Kalau tahun 2015 tidak juga diperbaiki, aku sebar bibit karet disini, karena kami sudah terlalu sabar menunggu,\" katanya. Ditambahkannya, menanam palawija seperti jagung dan terong itu biaya perawatannya lebih mahal dari padi, serta hasilnya tidak seperti padi. Kalau padi, hasilnya cukup memuaskan masyarakat, setidaknya dengan menanam padi masyarakat tidak akan membeli beras lagi. Sebab, saat ini Petani harus membeli beras. Sedangkan harga beras saat ini sangat mahal. \"Harapan kami, pemerintah segera membantu para petani untuk memperbaiki irigasi,\" harapnya. (927)
40 Ha Sawah di Kalbang Kering
Senin 10-11-2014,16:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 29-06-2026,16:48 WIB
Prabowo Bersih-Bersih BUMN: Selamat Tinggal Penggerogot Uang Negara!
Senin 29-06-2026,14:48 WIB
Bayar PBB Kini Lebih Praktis, Bapenda Kota Bengkulu Hadirkan Layanan Pembayaran Lewat Mobile Banking
Senin 29-06-2026,14:12 WIB
Ditinjau Dirjen Cipta Karya Chandra Situmorang, Pemkot Bengkulu Tegaskan Dukung Penuh Penataan DDTS
Senin 29-06-2026,14:39 WIB
Bocah 9 Tahun Nyaris Diculik di Kepahiang, Lolos dari Kebun Kopi Saat Motor Pelaku Pecah Ban
Senin 29-06-2026,14:56 WIB
Kasus Cik Oboy Makin Melebar, Polisi Bongkar Aliran Dana dan Buru Dugaan Pelaku Lain
Terkini
Senin 29-06-2026,16:50 WIB
25 Kepala Sekolah Dilantik, Pemkab Bengkulu Utara Perkuat Mutu Pendidikan
Senin 29-06-2026,16:48 WIB
Prabowo Bersih-Bersih BUMN: Selamat Tinggal Penggerogot Uang Negara!
Senin 29-06-2026,15:37 WIB
Pemkot Bengkulu Percepat Digitalisasi PAD, Libatkan OPD hingga Lurah
Senin 29-06-2026,15:32 WIB