BENGKULU, BE - Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hansyah SAg MPd akhirnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu untuk tahun 2015 mendatang sebesar Rp 1,5 juta. Penetapan UMP ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu nomor X.475.XIV Tahun 2014 Tentang Upah Minimum Provinsi Bengkulu Tahun 2015. Besaran UMP 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp 150 ribu dibandingkan dengan UMP tahun 2014 ini sebesar Rp 1.350.000. Dalam SK yang ditandatangani Gubernur Junaidi Hamsyah tertanggal 23 Oktober 2014 itu disebutkan bahwa penetapan UMP tersebut berdasarkan Surat Rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi Bengkulu tanggal 20 Oktober 2014 tentang Hasil Survei Harga Komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2014. Seperti diketahui, dalam rekomendasi itu Dewan Pengupahan mengajukan besaran KHL terendah sebesar Rp 1,49 juta dan tertinggi Rp 1,59 juta perbulannya. Rupanya gubernur memilih menetapkan UMP Rp 1,5 juta. Dengan ditetapkannya UMP ini, Gubernur meminta perusahaan yang memberikan upah lebih rendah dari UMP itu agar menyesuaikannya dengan SK Gubernur yang terbaru tersebut untuk pengupahan terhitung mulai 1 Januari 2015 besok. Dan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu sebagai instansi teknis harus melakukan sosialisasi terhadap UMP yang baru ini. \"Keputusan ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2015, dengan ketentuan bila terdapat kekeliruan di kemudian hari akan diperbaiki sebagaimana mestinya,\" bunyi bagian penutup surat itu. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu sekaligus Ketua Dewan Pengupahan Ir Diah Irianti MSi mengungkapkan bahwa setelah pihaknya menerima SK tersebut, maka langsung disosialisasikan kepada semua perusahaan yang ada di Provinsi Bengkulu melalui Pemerintah Kabupaten/Kota. \"Sekarang kita sudah mulai sosialisasi ke kabupaten/kota kota,\" katanya. Jika ada perusahaan yang betul-betul tidak mampu untuk menerapkan UMP sebesar Rp 1,5 tersebut, akan diberikan keringnan sesuai dengan kemampuannya. Namun perusahaannya terlebih dahulu akan diaudit oleh pihak yang berkompeten untuk mengetahui kemampuan keuangannya. Jika hasil audit menyebutkan mampu, maka diwajibkan untuk mematuhi SK gubernur tersebut terhadap semua karyawan yang ia pekerjakan. Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Bengkulu, Ir Muharamin menilai UMP Rp 1,5 juta tersebut masih sangat kecil. Sebab, menurutnya sebentar lagi pemerintah akan menaikkan harga BBM, sehingga uang Rp 1,5 juta itu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja. \"Sebenarnya angka Rp 1,5 juta itu masing sangat kecil. Perlu diketahui, harga semua kebutuhan hidup sangat tergantung dengan harga BBM, jika BBM naik maka semua harga barang akan naik. Seharusnya dewan pengupahan dan pemerintah mengkaji tentang hal ini agar jika nanti BBM dinaikkan, pekerja tidak peceklik,\" ungkapnya. Namun demikian, diakuinya DPRD tidak bisa ikut campur terlalu jauh, karena penetapanm UMP itu juga harus melihat kemampun perusahaan. Jika tidak, maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PKH) yang besar-besaran. \"Harapan kita, jangan sampai upah yang diberikan kepada pekerja itu hanya cukup untuk makan dan minum, tapi pikirkan juga mereka punya anak dan istri, anak-anak mereka ingin sekolah, dan mereka juga ingin memiliki rumah. Jika diberikan upah pas-pasan, kapan para pekerja akan sejahtera. Dan yang perlu diketahui oleh perusahaan adalah, jika upah yang diperoleh pekerja belum cukup untuk memenuhi kebutuhannya, jangan jangan harap pekerja itu akan bekerja dengan baik dan maksimal,\" paparanya.(400)
UMP Ditetapkan Rp 1,5 Juta
Sabtu 01-11-2014,08:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Minggu 08-11-2026,12:46 WIB
Pemerintah dan DPR Sepakati PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, Ini Profesi yang Tercakup
Terkini
Minggu 08-11-2026,13:21 WIB
Atlet Muaythai Kota Bekasi Sukses KO Peraih Medali Emas PON di Arena Pertandingan
Minggu 08-11-2026,13:11 WIB
7 Jenis Daun yang Dipercaya Membawa Keberuntungan dan Mendatangkan Rezeki, Nomor 5 Paling Populer
Minggu 08-11-2026,13:01 WIB
Porprov XV Jawa Barat 2026 Resmi Bergulir di Bekasi, 13.348 Atlet dari 27 Daerah Siap Bertanding
Minggu 08-11-2026,12:56 WIB
Pemkot Bengkulu Tuntaskan Bantuan Gempa untuk 117 KK, Rp375 Juta Dikembalikan ke Kas Negara
Minggu 08-11-2026,12:53 WIB