BENGKULU, BE - Surat Keputusan (SK) penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu hingga kemarin sore (29/10) belum ditandatangani oleh Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd. Karena itu, besaran final UMP 2015 pun belum bisa dipastikan, mengingat belum ada keputusan gubernur mengenai hal tersebut. \"SK-nya sudah di meja Pak Gubernur, tapi belum ditandatangani jadi saya belum berani memastikan besaran UMP 2015,\" kata Ketua Dewan Pengupahan sekali Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, Ir Diah Irianti MSi kepada BE, kemarin. Diakuinya, besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diajukan dewan pengupahan beberapa waktu lalu sebesar Rp 1,49 hingga Rp 1,59 juta perbulannya. Hanya saja berapa yang ditetapkan gubernur, ia mengaku belum mengetahuinya. Yang jelas besaran UMP tersebut tidak akan melebihi angka Rp 1,59 juta, karena angka tersebut merupakan rekomendasi dari dewan pengupahan berdasarkan KHL. \"Pak Gubernur bisa mengambil angka terbawah dan teratas, yang jelas tidak boleh lebih dari angka teratas. Jika lebih nanti dikhawatirkan perusahaan akan keberatan, kalau dipaksanakan bisa-bisa terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran,\" ujarnya. Kendati demikian, ia mengisyaratkan bahwa UMP yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini lebih dari Rp 1,5 juta. Namun ia enggan menyebutkan berapa lebihnya tersebut. \"Mungkin Rp 1,5 juta lebih dikit,\" ucapnya. Diakui Diah, KHL yang diajukan dewan pengupahan tersebut belum diasumsikan terjadi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan dalam kondisi normal saat ini. Kemungkinan masih ada pertimbangan lain jika BBM naik. \"Itu berdasarkan hasil survey sebelum kenaikan BBM, kalau BBM naik sebelum UMP itu diberlakukan mungkin ada pertimbangan atau kebijakan lain untuk membantu pekerja,\" ungkapnya. Ia pun memastikan, UMP tersebut akan diumumkan dan disampaikan kepada semua perusahaan yang ada di Provinsi Bengkulu 1 November besok. Karena sesuai dengan aturannya bahwa UMP harus ditetapkan 2 bulan sebelum diberlakukan. Sedangkan pemberlakuannya sendiri pada 1 januari 2015 mendatang. Sebelumnya, Plt Sekdaprov, Drs H Sumardi MM mengatakan bahwa UMP tahun depan sudah final Rp 1,5 juta. Besaran tersebut dinilai sudah tepat, karena UMP tahun 2014 ini sebesar Rp 1,35 juta perbulannya. (400)
SK UMP Belum Diteken Gubernur
Kamis 30-10-2014,12:41 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-04-2026,10:33 WIB
Sekda Bengkulu Selatan Ingatkan Camat Awasi APBDes 2026
Kamis 30-04-2026,10:27 WIB
Polres Kaur Bubarkan Judi Sabung Ayam di Tanjung Kemuning
Kamis 30-04-2026,08:35 WIB
Jamaah Haji Bengkulu Utara Mulai Jalani Ibadah di Madinah, Seluruh Peserta Kloter 4 Dilaporkan Sehat
Kamis 30-04-2026,10:24 WIB
Kado Istimewa untuk Warga Apur, Presiden Berikan Sapi Kurban Seberat 1 Ton
Kamis 30-04-2026,16:19 WIB
Kuasa Hukum Tegaskan Aktivitas Tambang Beby–Saskya Bukan Kejahatan, Murni Kerja Sama Bisnis Beritikad Baik
Terkini
Kamis 30-04-2026,17:32 WIB
Kejati Bengkulu Siap Tuntaskan Perkara Tepat Waktu
Kamis 30-04-2026,16:29 WIB
Ahli Konstruksi Beberkan Dugaan Penyimpangan Proyek DAK Pertanian Kaur di Persidangan
Kamis 30-04-2026,16:25 WIB
Ombudsman Turun Tangan, Pelayanan Haji Bengkulu Dinilai Layak, Soroti Kesiapan Tenaga Medis
Kamis 30-04-2026,16:22 WIB
Di Hadapan Hakim, Beby Hussy Curahkan Pledoi, Perjalanan Hidup, Usaha, dan Cinta untuk Bengkulu
Kamis 30-04-2026,16:19 WIB