BENTENG, BE - Nelayan di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa mengeluh. Pasalnya, pendapatannya mencari ikan akhir-akhir ini berkurang, yang disebabkan oleh limbah batubara yang mencemari kawasan pantai Sungai Suci hingga laut. Kondisi itu berimbas kepada perkembangan populasi ikan dikawasan tersebut. Tak hanya sungai yang ada di Benteng dicemari limbah batubara, lautpun kini mulai tercemar limbah tersebut. \"Sudah kewajiban bagi pemerintah daerah untuk mengatasi pencemaran tersebut,\" ujar Wasito, warga setempat. Warsito mengungkapkan, sekitar 20 tahun lalu, sungai-sungai yang ada di Benteng ini jernih dan banyak ikannnya. Saat ini sungai-sungai berubah menjadi keruh dan ikan-ikan yang ada disungai mati akibat limbah batubara. Jika sudah begini siapa yang patut disalahkan. Serta bagaimana cara mengatasi agar ekosistem serta sungai kembali jernih dan banyak ditemukan ikan disungai lagi. \" Semenjak limbah batu bara sudah banyak ditambangi, membuat ikan susah didapati,\" terangnya. Senada diutarakan Lukman, mengungkapkan kini dipesisir pantai banyak sekali ditemukan tumpukan batubara. Tak lagi ditemukan ikan maupun udang ketika nelayan menjala ikan. Para nelayan yang mencari ikan kini banyak beralih profesi menjadi pencari batubara dilaut. Karena mencari ikan dilaut kini sulit mendapatkan ikan. Jikapun dapat itu hanya sedikit, tidak sesuai lagi dengan biaya dikeluarkan untuk mencari ikan dengan hasil yang didapat. Mendingan warga beralih profesi saja menjadi pengumpul batubara dilaut.\"Saya salah satunya juga beralih profesi jadi pengumpul batubara. Itu saya lakukan karena setiap hari saya harus menghidupi anak istri, jika dahulu saya banyak dapat ikan kini tidak lagi. Pengumpul batubara meski hasilnya sedkit bisalha untuk makan,\" katanya. Ia menambahkan, kondisi saat ini lebih enak menjadi pengumpul batu bara ketimbang menjadi nelayan. Sebab, dalam perharinya mengumpulkan limbah batu bara, dapat mengumpulkan uang sekitar Rp 100 hingga 200 ribu. Sedangkan, mencari ikan, hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 50 ribu. \" Kalau melaut tidak dapat hasil. Mendingan mencari limbah batu bara dilaut saja,\" tukasnya. (111)
Limbah Batubara Ancam Populasi Ikan
Selasa 14-10-2014,18:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,14:23 WIB
Indosat Luncurkan #LebihBaikIndosat 'You Only Need One' untuk Ramadan dan Idulfitri
Minggu 15-03-2026,19:51 WIB
Jelang Arus Mudik, Kapolres Mukomuko Turun Langsung Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Minggu 15-03-2026,14:35 WIB
Aspirasi Daerah Menggema di Senayan, Dari Persoalan Tenaga Honorer Hingga Ketimpangan Layanan Publik
Minggu 15-03-2026,14:47 WIB
Tol Bengkulu Mulai Dilintasi Para Pemudik Lebaran 2026
Minggu 15-03-2026,14:29 WIB
Ribuan UMKM di Kota Bengkulu Belum Berizin, Dinas Koperasi Dorong Pelaku Usaha Urus NIB
Terkini
Minggu 15-03-2026,19:51 WIB
Jelang Arus Mudik, Kapolres Mukomuko Turun Langsung Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Minggu 15-03-2026,19:47 WIB
HUT Kota Bengkulu ke-306 Digelar Usai Lebaran, Ada Kegiatan Rakyat
Minggu 15-03-2026,19:45 WIB
Walikota Cup Bengkulu 2026 Digelar di Pantai Panjang, Siapkan Dua Motor untuk Juara Murai Batu
Minggu 15-03-2026,19:42 WIB
Indosat Prediksi Lonjakan Trafik Data Saat Mudik Lebaran, Jaringan di Sumatra Diperkuat
Minggu 15-03-2026,19:36 WIB