KEKALAHAN Indonesia U-19 dari Australia Minggu (12/10) sore lalu membawa kesedihan yang cukup mendalam bagi seluruh masyarakat pecinta sepak bola di Indonesia, terlebih bagi skuad Garuda Jaya sendiri. Bahkan, selesai pertandingan, Evan Dimas Darmono dkk pun hanya mengurung diri di kamar. Jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya yang dilalui Garuda Jaya. Salah satu kitman timnas Indonesia U-19, Ade Ali kepada Jawa Pos kemarin sore (13/10) mengungkapkan bahwa seluruh penggawa Garuda Jaya masih larut dalam suasana kesedihan. Ini terlihat dari kegiatan yang dijalani mereka setelah pertandingan. Seperti biasanya, selepas pertandingan maupun latihan, Garuda Jaya selalu menjalani krioterapi. Tetapi itu tidak terlihat dilakukan sebagian besar skuad Indonesia U-19. Hanya Hansamu Yama Pranata dan juga M Fatchu Rohman, dua penggawa Garuda Jaya yang berposisi lini pertahanan Indonesia. \"Mereka semuanya masih sedih, biasanya setelah pertandingan ada terapi. Tetapi hanya dua, Yama dan Fatchu Rohman yang menjalani terapi,\" ujar Ali saat bertemu Jawa Pos di lobby Tawn Center hotel, tempat menginap skuad Garuda Jaya di Yangon. Pun demikian dengan aktivitas mereka sepanjang Minggu malam hingga Senin pagi kemarin, suasana sunyi senyap. Kegembiraan dan keceriaan tampak tidak terlihat jelas dalam skuad yang sudah menjalani latihan bersama sepanjang tahun ini. Menurut Ali, hanya Evan dan Maldini Pali yang sempat mengunjungi kamarnya untuk curhat. Padahal biasanya sejumlah pemain pun hilir mudik untuk saling ngobrol dengan keceriaan. \"Mereka berdua (Maldini dan Evan, Red) ngomong ke saya, maafin saya, Bang. Gak tahu lagi apa nanti kita masih bisa berlatih bersama lagi,\" terang Ali menirukan pernyataan Evan. Demikian juga saat pagi hari menjelang sarapan pagi Senin kemarin, suasana skuad Indonesia masih lesu pasca gagal memastikan tempat di babak perempat final Piala AFC U-19. Sebagaimana diketahui bahwa, seluruh penggawa timnas U-19 memang harus menuju ke Nay Phy Taw untuk menjalani laga terakhir mereka melawan UEA di grup B. Semua barang-barang skuad timnas U-19 yang menjadi tanggung jawab Ali sebagai kitman sudah di titipkan ke lobby hotel. Sebab, skuad Garuda Jaya hanya membawa barang seperlunya ke ibukota baru Myanmar tersebut. \"Saat mengumpulkan barang saja mereka juga masih kelihatan sedih. Masih loyo semua,\" tegasnya. Evan saat di konfirmasi pun menunjukkan rasa yang cukup sedih. Mengingat kekalahan tersebut membuat mereka harus tersingkir lebih awal. \"Sedih mas, ini kan harapan banyak orang, tetapi ini sudah menjadi takdir yang saya jalani,\" terangnya.(nap)
Evan Dimas Cs Hanya Mengurung Diri di Kamar
Selasa 14-10-2014,08:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,14:23 WIB
Bupati Mukomuko Lantik 80 Pejabat ASN, Berikut Daftar Lengkap Eselon III, IV dan Fungsional
Kamis 12-03-2026,12:53 WIB
Dugaan Korupsi DD Bandar Agung Terus Didalami, Penyidik Turun Cek Pekerjaan Desa
Kamis 12-03-2026,13:44 WIB
Kesaksian di Sidang Tipikor, Bebby Hussy Disebut Dermawan, 20 Tahun Bantu Anak Disabilitas
Kamis 12-03-2026,12:41 WIB
Antisipasi Penimbunan Selama Ramadan, Unit Tipidter Polres BS Sidak Pasar Ampera
Kamis 12-03-2026,15:00 WIB
Pilihan Minuman Takjil yang Ramah Gula Darah Saat Berbuka Puasa
Terkini
Kamis 12-03-2026,21:01 WIB
Pererat Silaturahmi, PT TLB Salurkan Ratusan Paket Sembako di Babatan, Air Kemuning dan Padang Ulak Tanjung
Kamis 12-03-2026,15:58 WIB
Tak Ada Tanggal Merah, Pj Sekda Bengkulu Tegaskan Etos Kerja 25 Jam bagi Pejabat Pemkot
Kamis 12-03-2026,15:51 WIB
Program Sedekah Nasi Bungkus, Pemkot Bengkulu Tebar Ribuan Nasi Bungkus Selama Ramadan
Kamis 12-03-2026,15:44 WIB
ASN Pemkot Bengkulu Wajib Lunas PKB dan PBB Jika Ingin Cairkan Gaji Ke-13
Kamis 12-03-2026,15:26 WIB