YANGON – Indra Sjafri memastikan Evan Dimas dan kawan-kawan tanpa beban jelang laga hadapi Uzbekistan U-19 di Stadion Thuwunna, sore ini. Selama masa persiapan, Indra menginstruksikan armada tempurnya untuk menutup ruang gerak lawan. Untuk memastikan tak ada ketegangan jelang laga, jadwal latihan Kamis (9/10) sore Indonesia U-19 pun ditiadakan. Indra lebih memilih mengajak anak-anak asuhnya itu duduk di bangku Stadion Thuwunna menyaksikan pertandingan Grup A antara Irak berhadap Thailand. Atmosfir pertandingan diharapkan membara pada diri pemain dari laga itu. Dalam sesi jumpa pers sebelum laga, Indra bahkan enggan berkomentar soal Uzbekistan. Baginya, yang lebih penting bagi Indonesia adalah mempersiapkan diri dan memberikan kejutan dengan cara permainan Indonesia. Urusan kalah atau menang juga tak ingin jadi beban. Fokus pada diri sendiri sebaliknya menjadi kunci Indonesia. “Kami tak ingin pikirkan lawan seperti apa. Yang pasti, kami ingin fokus di ajang ini. Bermain dengan cara kami sendiri. Setelah absen cukup lama, kami sangat senang bisa berpartisipasi lagi. Bukan soal menang atau kalah. Ini soal bagaimana generasi kami bisa tampil di ajang ini,” ujar Indra saat jumpa pers. Hari sebelumnya, Rabu (8/10), Indra sudah menegaskan bahwa Garuda Jaya siap tempur lahir dan batin. Permainan pengawalan ketat diperagakan Paulo Oktavianus Sitanggang dan kawan-kawan dalam sesi latihan. Hasil analisis pertandingan Uzbekistan sebelum ke Myanmar menjadi acuan dalam hari-hari terakhir jelang laga. Kapten Timnas U-19, Evan Dimas pun mengakui bahwa dirinya sudah mengantongi kelemahan Uzbekistan. Berbekal pemahaman ini, Evan akan berusaha mengeksploitasi kelemahan musuh dan mewujudkannya menjadi peluang. Permainan bola-bola atas kemungkinan akan menjadi senjata utama Uzbek untuk mengandaskan Indonesia. “Mereka (Uzbekistan) banyak main bola-bola panjang dan duel udara karena rata-rata badan mereka lebih besar. Itu yang harus kami waspadai. Kami harus pressing pemain sayap mereka. Jangan sampai mereka memiliki kesempatna melepaskan crossing,” ujar Evan. Hansamu Yama yang memiliki postur tubuh paling jangkung dari pemain lainnya setidaknya akan menjadi kunci memotong bola-bola silang lawan. Hanya saja, Yama diperingatkan untuk tidak mudah terpancing permainan lawan. Selama masa persiapan, Yama tercatat sebagai pemain yang paling sering dihukum kartu kuning bersama Hargianto. Mengenai susunan pemain yang akan diturunkan di laga ini, Indra pun tutup mulut. Dengan dinamisme skema yang ia kembangkan selama masa persiapan, Indra akan memeberikan kejutan. Menurutnya, lawan bisa saja mempelajari kekuatan Indonesia dan mengawal ketat sejumlah pemain termasuk Evan, tetapi kekuatan Garuda Jaya terus berkembang.(abd)
Garuda Jaya Siap Lahir Batin
Jumat 10-10-2014,09:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 05-10-2026,11:41 WIB
6 Weton Diprediksi Paling Beruntung Oktober 2026, Minggu Legi hingga Jumat Wage Kebanjiran Rezeki
Senin 05-10-2026,10:17 WIB
Marsal Abadi Pimpin PWI Bengkulu, Sukatno Jadi Ketua Dewan Kehormatan, Ini Pesan Helmi Hasan
Senin 05-10-2026,11:13 WIB
Angelina Jolie Ungkap Kehancuran Gaza dari Citra Satelit, John Herdman Serukan Bantuan Palestina
Senin 05-10-2026,10:13 WIB
Marsal Abadi dan Pengurus PWI Prov Bengkulu Periode 2026-2031 Dilantik
Terkini
Senin 05-10-2026,15:29 WIB
Olah Sekitar 2 Ton Sampah Organik per Bulan, Budidaya Maggot di Bengkulu Terintegrasi dengan Ternak Bebek
Senin 05-10-2026,15:22 WIB
Wali Kota Dedy Wahyudi Temui OJK Bengkulu, Bahas Penguatan BPRS Fadilah
Senin 05-10-2026,14:55 WIB
Kejari Bengkulu Periksa Mantan Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda soal Pasar Pagar Dewa
Senin 05-10-2026,14:10 WIB
Diduga Hendak Transaksi Ganja 2 Kg, Warga Ratu Samban Ditangkap dan Satu Pria Kabur
Senin 05-10-2026,14:04 WIB