JAKARTA - Jumlah simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia. Lantaran itu, LPS kini memiliki wacana untuk menurunkan posisi penjaminan simpanan lebih rendah dari Rp 2 miliar. Direktur Risk Management II Group LPS Hari Prasetya mengatakan, saat ini ruang lingkup penjaminan LPS cukup besar dibandingkan negara lain. Misalnya, dengan penjaminan LPS Rp 2 miliar maka mencakup 46 persen dari GDP per kapita. Sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya kurang dari 10 persen per GDP per kapita. Begitu pula negara lainnya seperti Jepang, Korea, Hong Kong, Rusia, Swiss, India, dan Singapura yang posisinya cukup kecil di bawah 10 persen. Menurut Hari, penjaminan yang besar tersebut berawal dari revisi UU LPS karena dinilai Indonesia masih dalam keadaan krisis. Sehingga penjaminan dinaikkan dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar per nasabah. \"Tapi hingga sekarang tidak turun-turun. Padahal, bagi kami situasinya sudah tidak krisis lagi (seperti 2008),\" ungkapnya di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, kemarin (23/9). Padahal, penjaminan LPS sebetulnya cukup fleksibel seperti di negara lain. Contohnya Malaysia, yang sempat menaikkan penjaminan menjadi blanket guarantee saat krisis keuangan 2008 silam. Lantas menurunkan kembali tingkat penjaminannya meski masih di atas level sebelum dilakukan blanket guarantee. \"Seharusnya kita bisa seperti itu. Kami pernah mengajukan, namun Pemerintah menilai kondisi masih belum memungkinkan untuk menurunkan level penjaminan,\" ujarnya. Di samping itu, menurut Hari, pengurangan level penjaminan simpanan diharapkan mampu membuat industri perbankan jauh lebih meningkatkan kehati-hatiannya dalam pengelolaan perseroan. \"Hal itu juga bisa mengurangi tingkat moral hazard,\" terangnya. Sementara itu, LPS juga tenah mengejar target dana cadangan sebesar 2,5 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Saat ini, posisi dana cadangan LPS hanya sekitar 0,5 persen terhadap total DPK. \"Target harus mengarah ke 2,5 persen. Namun posisi DPK memang kecenderungannya naik setiap tahun,\" tuturnya. (gal)
Penjaminan Simpanan Indonesia Tertinggi Sedunia
Rabu 24-09-2014,09:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 10-09-2026,11:09 WIB
Jangan Biarkan Sneakers Putih Kusam! Begini Cara Merawatnya agar Tetap Bersih
Kamis 10-09-2026,10:56 WIB
Bikin Penampilan Makin Fresh, Ini Warna Outfit yang Lagi Cocok Dipakai Sehari-hari
Kamis 10-09-2026,08:34 WIB
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Kamis 10-09-2026,08:40 WIB
Tembus 1 Juta Penonton, Yayasan AHM Gaungkan Keselamatan Berkendara di SMC 2026
Kamis 10-09-2026,11:26 WIB
Tren Fashion Lama Kembali, Kenapa Gaya Retro Makin Digemari Anak Muda?
Terkini
Kamis 10-09-2026,18:29 WIB
Konferwil AMSI Bengkulu Tetapkan Alwin Feraro sebagai Ketua Periode 2026-2030
Kamis 10-09-2026,18:20 WIB
ASN dan Pensiunan Jadi Perhatian Helmi Hasan, Taspen Diminta Perkuat Pelayanan
Kamis 10-09-2026,18:19 WIB
Pemkot Bungkulu Siapkan Skema Dana Kelurahan untuk Pengadaan Tenda di TPU
Kamis 10-09-2026,17:50 WIB
Temui Gubernur Helmi Hasan, PGRI Provinsi Bengkulu Bahas Nasib dan Masa Depan Guru
Kamis 10-09-2026,17:49 WIB