BENTENG, BE - Mekarnya puspa langka, Bunga Rafflesia Arnoldi yang hidup di wilayah hutan liku Desa Tanjung Heran, Taba Penanjung, Bengkulu Tengah (Benteng) tidak lepas dari peran sekelompok pemuda yang tergabung dalam Perkumpulan Penjaga Rimba Rafflesia (PPRR). Min Juanda, salah satu penjaga rimba Rafflesia yang dia sudah 10 tahun aktif dalam kegiatan PPRR. \"Tidak ada perhatian dari Pemda Benteng. Padahal, bunga yang dijaga milik daerah ini.\" terangnya. Menurut Min, tanpa penjagaan yang rutin, Rafflesia mekar tidak bisa bertahan lama dan bisa saja rusak.“Bongkol dijaga tiap hari, sementara Rafflesia mekar dijaga harus 24 jam. Karena bunga ini sensitif dengan sentuhan dan bisa merusak,” jelanyas. Min mengatakan, motivasinya bersama teman-teman menjaga Bunga Rafflesia dari ancaman kerusakan, karena rasa memiliki. Apalagi Bunga Rafflesia adalah kekayaan alam yang mempunyai nilai jual tinggi. Bila punah atau hilang dari habitatnya, maka bunga tersebut hanya tinggalkan nama. \"Tujuan kami agar bunga kembanggaan Bengkulu ini hilang atau punah,\" tandasnya. Sayangnya, kata Min , pemerintah terkesan cuek dan belum memikirkan ancaman kepunahan Bunga Rafflesia. Hal itu terlihat cara pemerintah menyikapi kerja para penjaga yang tidak pernah diberi bantuan. “Pekerjaan yang kami lakoni sehari-hari ini, tanpa ada gaji tetap dari pemerintah. Proposal yang kami ajukanpun tidak pernah ditanggapi,” ujar Min. Hal senada disampaikan Ibnu. Menurutnya, PPRR dibentuk untuk menjaga Bunga Rafflesia yang merupakan ikon Provinsi Bengkulu. Selama PPRR berdiri, tidak ada satupun peran dan perhatian pemerintah daerah menyumbangkan bantuan. “Jangankan untuk gaji, bantuan untuk membuat spanduk saja sulitnya,” ungkapnya. Lanjut Ibnu, untung ada perhatian dari para pengunjung yang memberikan sumbangan secara sukarela. “Upah lelah diterima ketika Bunga Rafflesia mulai mekar. 10 hari menjaga Bunga Rafflesia mekar, saat itulah pengunjung biasanya memberikan sumbangan,” tutunya. Begitu juga keterangan penjaga lainnya, Gusti Randa. Dijelaskannya, pengunjung yang datang banyak saat moment liburan. Ketika liburan biasanya pengunjung lebih banyak melihat dan sumbangan terkumpul juga lebih banyak. “Kami berharap Pemda memikirkan nasib anggota PPRR,” harap Gusti.(111)
PPRR Tidak Diperhatikan Pemda
Senin 01-09-2014,16:02 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 12-07-2026,15:51 WIB
Tiga Jembatan di Kota Bengkulu Bakal Dipasang Lampu Hias dan PJU Diganti LED
Minggu 12-07-2026,15:31 WIB
Dedy Wahyudi Perkuat BPRS Fadhilah, Siapkan Tambahan Modal Rp7 Miliar dan Tetapkan Pengawas Syariah Baru
Minggu 12-07-2026,15:28 WIB
Wali Kota Siapkan Nobar Piala Dunia untuk Warga Bengkulu, Simpang Lima Diusulkan Jadi Lokasi Utama
Minggu 12-07-2026,15:40 WIB
Tinjau Revitalisasi Pasar Barukoto I, Walikota Minta Pedagang Jaga Harga agar Kawasan Kembali Ramai
Minggu 12-07-2026,15:38 WIB
Cek Harga Motor Honda Kini Lebih Mudah Lewat Motorku X
Terkini
Senin 13-07-2026,13:13 WIB
Hotel Santika Bengkulu Angkat Menu Lokal Bagar Iga Jadi Sajian Andalan Juli
Senin 13-07-2026,13:07 WIB
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Bengkulu Selatan Bantu Warga Ambil Kunci di Gorong-Gorong
Senin 13-07-2026,13:04 WIB
Inspektorat Lebong Minta OPD Segera Selesaikan Temuan TGR BPK RI
Senin 13-07-2026,09:00 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Komunitas Kumpul Seru Bersama New Vario EVO 160 Lewat Vario Night Ride 2026
Minggu 12-07-2026,15:51 WIB