JAKARTA, BE - Rencana kenaikan harga LPG 12 kilogram yang kembali mencuat membuat berbagai spekulasi dampak yang ditimbulkan. Salah satunya, berpindahnya konsumen menengah keatas ke LPG 3 kg. Untuk mengatasi hal tersebut, solusi yang tercetus adalah menutup penyaluran LPG bersubsidi tersebut di kalangan masyarakat. Anggota Komite Badan Pengatura Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan, rencana kenaikan LPG 12 kg memang tak terhindarkan. Pasalnya, komposisi bahan baku yang harus diimpor semakin besar. Sedangkan, produk LPG 12 kg diperuntukkan untuk konsumen yang mampu. \"Siapa yang mau rugi untuk menjual produk yang bahan bakunya diimpor,\" ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (10/8). Karena itu, dia menilai rencana tersebut memang perlu dilakukan. Dia pun mengaku tak khawatir soal dampak-dampak yang bakal terjadi. Pasalnya, LPG 3 kg sebenarnya punya pasar yang berbeda. Barang bersubsidi tersebut sejak awal diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu. Dengan memegang prinsip tersebut, dia mengaku migrasi dari konsumen LPG 12 kg ke LPG 3 kg bisa dihindari. \'\'Sebenarnya, pemakai LPG 3 kg sudah terdaftar. Jadi yang perlu dipastikan adalah menyalurkan LPG bersubsidi kepada orang yang berhak. Misalnya, dengan memperketat melalui sistem dagang tertutup. Dengan begitu, bisa menghindari ada pihak lain yang menggunakan produk bersubsidi,\" jelasnya. Rencana penutupan sistem penyaluran LPG 3 kg sebenarnya sudah menjadi wacana beberapa tahun ini. Namun, penerapannya masih belum terlihat. Namun, Ibrahim yakin kebijakan tersebut bisa dilakukan. \"Itu bisa dilakukan. Tinggal nanti pemerintah saja yang mengatur tentang regulasinya,\" jelasnya. Sebelumnya, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengaku cukup khawatir terhadap dampak kenaikan LPG 12 kg. Pasalnya, hal tersebut bisa menimbulan anomali harga yang jauh berbeda dengan produk sama. Alhasil, potensi konsumen yang seharusnya mengonsumsi LPG non subsidi bermigrasi ke LPG 3 kg. \'\'Kalau menurut saya, sebelum diterapkan harga baru, pemerintah harus bisa memberekskan soal tata niaga LPG 3 kg. Kalau bisa sistem perdagangan terbuka ini ditutup untuk LPG 3 kg. Kalau tidak, bisa-bisa masyarakat yang membutuhkan kesulitan mendapatkan pasokan. Karena harus berebut dengan orang yang migrasi,\" jelasnya. (bil)
LPG 12 KG Naik Lagi!
Senin 11-08-2014,10:33 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 18-09-2026,11:13 WIB
Layar 120 Hz di HP Rp1 Jutaan? Itel A200 Bisa Jadi Pilihan
Jumat 18-09-2026,11:01 WIB
Sekolah Rakyat Bakal Dibina 1.289 Kadet Unhan, Disiplin Siswa Jadi Misi Utama
Jumat 18-09-2026,14:41 WIB
Perjalanan Terakhir Melvi, Relawan MBG yang Tak Pernah Sampai ke Tempat Kerja
Jumat 18-09-2026,10:47 WIB
94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal, DPR Minta Pemerintah Segera Audit Pengungsian
Jumat 18-09-2026,10:53 WIB
Hari Jumat Tiba, Jangan Lewatkan 4 Amalan Ini dari Salawat hingga Doa
Terkini
Jumat 18-09-2026,16:43 WIB
Tak Hanya Perkara Pidana, Hak Melvi sebagai Relawan MBG Juga Dikawal Kuasa Hukum
Jumat 18-09-2026,15:30 WIB
Pemkot Bengkulu Rancang Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal, 67 Kelurahan Bakal Punya Produk Unggulan
Jumat 18-09-2026,15:16 WIB
Wali Kota Bengkulu Dorong Pengelolaan Sampah Organik Jadi Maggot di Setiap Kelurahan
Jumat 18-09-2026,15:14 WIB
10 Tahun Menanti, Jalan Tanggul Rawa Makmur-Bentiring Akhirnya Diaspal Hotmix
Jumat 18-09-2026,14:41 WIB