MUKOMUKO, BE - Masih tingginya harga sembilan bahan pokok (Sembako) di wilayak Kabupaten Mukomuko diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mukomuko, Ramdani SE. Bahkan sejauh ini Disperindag sendiri kesulitan untuk menurunkan harga yang sudah terlanjur naik tersebut. Beberapa harga sembako yang masih tinggi tersebut, seperti cabai merah masih bertahan Rp 15 per kilo gram (kg), cabai rawit Rp 30 ribu per kg, gula pasir Rp 14 ribu per kg. Selain itu beras juga tetap seperti beberapa hari menjelang lebaran lalu, yakni Rp 125 ribu per kaleng atau 18 kg serta ayam potong Rp 28 ribu per kg. Demikian juga halnya dengan sejumlah sembako lainnya \"Kita akui jika harga barang sudah dinaikkan, maka sulit diturunkan,\" kata Ramdani saat ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya, yang bisa menurunkan harga adalah pedagang itu sendiri, karena pedagang memegang peran dalam menaikkan dan menurunkan harga. Sedangkan yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menstabilkan harga adalah dengan menggelar bazar murah, namun habis lebaran seperti saat tidak ada programnya. \"Bazar murah itu tidak bisa dilakukan semaunya, karena sudah jadwalnya seperti pada bulan puasa menjelang lebaran. Sedangkan habis lebaran seperti ini tidak ada,\" ujarnya. Namun demikian, ia optimis tidak lama lagi akan turun dengan sendirinya, karena masih tinggi tersebut disebabkan oleh masih sedikitnya pedagang yang berjualan sementara permintaan masih tinggi. Sehingga kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pedagang yang ingin mendapatkan keuntungan besar. \"Masyarakat tidak perlu khawatir, karena tidak lama lagi harga sembako itu pasti turun. Karena dalam ilmu ekonomi disebutkan, jika permintaan tinggi dan barang langka maka harga akan naik, sebaliknya jika barang banyak dan permintaan rendah maka harga akan turun. Bahkan kerap kali pedagang banting harga agar barang dagangannya laku terjual,\" paparnya.(400)
Disperindag Kesulitan Turunkan Harga
Jumat 08-08-2014,17:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 28-10-2026,10:16 WIB
Waves of Weave Hadir di Museum Nasional, Pamerkan Wastra dari 10 Negara Asia Tenggara
Rabu 28-10-2026,10:12 WIB
Bukan Sekadar Pesta Kostum, Ini Asal Usul dan Sejarah Halloween
Rabu 28-10-2026,10:03 WIB
Jangan Sembarangan Pakai Oksigen Nasal saat Kabut Asap, Ini Penjelasan Guru Besar FKUI
Rabu 28-10-2026,10:07 WIB
Profesor Kardiologi UCL Ungkap Fakta Mengejutkan, Hanya 2 Persen Belanja Kesehatan untuk Pencegahan
Rabu 28-10-2026,10:20 WIB
Inovasi Baru BRIN, Tepung Singkong Bakal Diuji untuk Padamkan Karhutla
Terkini
Rabu 28-10-2026,17:10 WIB
Empat Desa di Mukomuko Minim Pesaing, Calon Kades Bisa Lawan Kotak Kosong
Rabu 28-10-2026,17:03 WIB
Pelindo Targetkan Terminal Curah Cair Pulau Baai Rampung 2027, Layanan Logistik Diperkuat
Rabu 28-10-2026,17:01 WIB
Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kejati Bengkulu Kampanyekan Perlawanan terhadap Korupsi
Rabu 28-10-2026,16:59 WIB
Menangis di Hadapan Hakim, Eks Bupati Fikri Minta Keringanan Hukuman dalam Kasus Ijon Proyek ?
Rabu 28-10-2026,16:57 WIB