ANGGUR merah adalah salah satu buah favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan terasa segar. Anggur merah memiliki manfaat lebih banyak dibandingkan dengan anggur hijau, di samping itu anggur merah memiliki kalori lebih rendah dari anggur hijau. Namun jangan salah, anggur merah juga ternyata sangat berbahaya bagi bayi yang belum lahir. Resveratrol, senyawa alami yang ditemukan dalam kulit anggur merah telah dipuji sebagai keajaiban kimia yang mampu mengurangi penyakit jantung, membantu mengatasi obesitas, meningkatkan memori dan bahkan mencegah gigi berlubang. Tetapi penelitian baru menunjukkan hal itu dapat merusak pankreas bayi yang belum lahir. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal FASEB, menunjukkan bahwa resveratrol meningkatkan aliran darah melalui plasenta dari monyet monyet dan melukai pankreas dari janin. \"Pesan penting dalam penelitian ini adalah bahwa perempuan harus sangat berhati-hati tentang apa yang mereka konsumsi saat hamil, dan mereka tidak boleh mengkonsumsi suplemen, seperti resveratrol, tanpa berkonsultasi dengan dokter mereka,\" kata Dr. Kevin Grove, seperti dilansir laman Daily Mail, Minggu (3/8). (jpnn)
Anggur Merah Bahaya buat Bayi
Jumat 08-08-2014,10:33 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,10:29 WIB
Terus Bertumbuh, Bengkel Binaan Yayasan AHM Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Rabu 01-07-2026,13:54 WIB
Saksi A De Charge Ungkap Keluarga Mengetahui Pengakuan Latifa Mengambil Uang Perusahaan
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB