BENGKULU, BE - Kejati Bengkulu jug merilis kasus tindak pidana umum (pidum) pada konfrensi pers, kemarin. Selama setahun ini, Kajati Bengkulu, Syahril Yahya SH MH menerangkan selama setahun belakangan telah menerima pelimpahan tahap I sebanyak 610 kasus pidum. Sedangkan untuk tahap II sebanyak 606 kasus. Selain itu, Pidum Kejati juga menangani tindak pidana pemilu, sebanyak 10 perkara. Dari 10 perkara tersebut, Kejati hanya berhasil melimpahkan 7 perkara dalam pelimpahan tahap II. \"Tiga kasus atau perkara lainnya terhitung kedaluarsa,\" sampainya. \"Atas penyelesaian kasus-kasus tersebut, Kejati Bengkulu melakukan banding sebanyak 25 kali, kasasi sebanyak 8 kalui, PK nihil, dan pidana mati nihil,\" sambungnya. Dari beberapa kasus tindak pidana umum tersebut ada beberapa perkara yang sangat menonjol. Diantaranya, kasus narkoba, perlindungan anak, penggelapan dan penipuan, serta curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Dari kesemuanya tersebut, perkara penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana asusila dirasa sangat penting untuk diperhatikan. \"Saya pikir untuk kedua kasus ini, hukumannya harus ditinggikan agar embuat efek jera dan pelajaran,\" sampainnya. Untuk kasus narkoba, lanjutnya, hukuman biasanya didasarkan pada jumlah barang bukti. Sehingga beda berat, beda juga tingkat hukumannya. Namun untuk pengedar, lanjutnya, harus dihukum dengan hukuman yang lebih berat tan tegas lagi. \"Untuk perkara pidum ini sudah ada tabel-tabelnya untuk menentukan hukuman itu, misalnya dari KUHP ancaman sekian tahun, tuntutan tidak terlalu jauh dengan ancaman tersebut,\" jelasnya. Begitu juga dengan kasus pelindungan anak atau asusila pada anak. Kajati menyarankan kepada seluruh jaksa agar menuntut tinggi para pelaku tindak pidana yang satu ini. Hal ini selain untuk memberikan efek jera pada pelaku juga untuk mengedukasi masyarakat agar takut untuk melakukan tindakan pedofilia tersebut. Namun, dalam penanganan kasus ini, menurut Kajati Pemda juga seharusnya berperan untuk rehabilitasi psikologis para korban kejahatan asusila ini. \"Selama ini belum ada perhatian pemerintah untuk para korban. Kalau kejaksaan kan hanya bertugas untuk penegakan hukum saja, seharusnya Pemda, misalnya dari Dinsos memberikan tindak lanjut pada korban,\" pungkasnya. (609)
Kejati Sorot Narkoba dan Asusila
Rabu 23-07-2014,10:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 21-06-2026,19:18 WIB
Jangan Abaikan Persimpangan Jalan, Ini Tips Aman Berkendara dari Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu
Minggu 21-06-2026,19:03 WIB
Walikota Minta Pedagang Festival Tabut 2026 Jaga Harga dan Utamakan Pelayanan
Minggu 21-06-2026,19:01 WIB
Kota Bengkulu Dapat Tambahan Kuota Sekolah Rakyat, Peluang Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka
Senin 22-06-2026,12:04 WIB
Ketika Listrik Padam, Kepercayaan Publik Ikut Diuji
Senin 22-06-2026,14:04 WIB
Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series Ronde 2, Andi Gilang Sumbang 4 Podium
Terkini
Senin 22-06-2026,14:53 WIB
Disunat Lebih dari Separuh Anggaran, Korupsi Proyek RTH Mukomuko Rugikan Negara Rp640 Juta
Senin 22-06-2026,14:14 WIB
Pangdam XXI/Radin Inten Kunker ke Bengkulu Selatan, Tinjau KDKMP hingga Ramah Tamah dengan Forkopimda
Senin 22-06-2026,14:06 WIB
Polres Mukomuko Bongkar Jaringan Sabu Antarprovinsi Bermodus Peta Digital
Senin 22-06-2026,14:04 WIB
Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series Ronde 2, Andi Gilang Sumbang 4 Podium
Senin 22-06-2026,12:04 WIB