JAKARTA,BE - Mahalnya biaya dan berbelitnya proses perizinan untuk pembangunan rumah murah, menjadi salah satu kendala yang dikeluhkan pengembang dalam membangun rumah murah di daerah. Wakil Ketua Bidang Perizinan Real Estat Indonesia (REI) Moroed menyebut, perizinan yang ada saat ini sangat memberatkan pengembang-pengembang di daerah dalam membangun rumah murah. Dia menilai, seharusnya kebijakan otonomi daerah harus ditinjau kembali. Hal ini dikarenakan besaran biaya perizinan tiap daerah selalu berbeda-beda. \"Untuk mengurus perizinan itu mahal, bisa 15 persen dari harga jual. Atau sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Banyak yang harus diurus mulai dari izin lokasi, izin UKL, RT, RW , Lurah , Camat dan lain-lain. Dan itu sangat merepotkan,\" ucap dia pada Okezone dalam acara Buka Puasa Bersama REI di Hotel Century, Jakarta, baru-baru ini. Dia menyebut, seharusnya biaya perizinan pembangunan rumah murah itu maksimal sekira 5 persen saja dari harga jual. Oleh karena itu, dengen terpilihnya Menpera yang baru nanti, ia berharap ke depannya Menpera yang baru mampu menyelesaikan masalah ini. Tentunya, jika perizinan pembangunan rumah dipermudah atau bahkan gratis akan banyak lagi pengembang yang bersemangat membangun rumah murah. Dengan begitu backlog di Indonesia pun dapat diatasi. (***)
Murah yang Berbelit & Mahal
Rabu 16-07-2014,21:33 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-03-2026,12:52 WIB
Pasca Lebaran, Harga Sawit di Mukomuko Masih "Perkasa" di Atas Rp3.000/Kg
Jumat 27-03-2026,11:27 WIB
Libur Lebaran, Sampah Jadi Sorotan di Wisata Lubuk Langkap
Jumat 27-03-2026,16:06 WIB
Polemik Parkir Balai Buntar, Pemprov Kukuh Jalankan Meski Tuai Kritik
Jumat 27-03-2026,15:58 WIB
Polres Bengkulu Selatan Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Terkini
Jumat 27-03-2026,17:55 WIB
Revitalisasi Eks Mess Pemda Dikebut, Disiapkan Jadi Kantor Wali Kota
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Jumat 27-03-2026,17:50 WIB
Pantai Panjang Kondusif di Akhir Libur Lebaran 2026, Kolaborasi Lintas Instansi Berbuah Positif
Jumat 27-03-2026,17:48 WIB
Posko Kesehatan Wisata di Kota Bengkulu Berjalan Optimal Selama Libur Lebaran
Jumat 27-03-2026,16:23 WIB