BENGKULU, BE - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini permintaan daging sapi atau kerbau semakin meningkat di pasaran. Pedagang pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan konsumen, termasuk mencampur daging sapi atau kerbau dengan daging babi. Untuk itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, drh Irianto Abdulah meminta masyarakat untuk berhati-hati membeli daging sapi atau kerbau, karena di beberapa daerah lain hal tersebut sudah dilakukan penjual daging. \"Di beberapa daerah modus ini sudah dilakukan penjual daging dan sudah dilaporkan, sehingga ada kemungkinan hal yang sama mungkin terjadi di Bengkulu, terutama pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri seperti saat ini,\" kata Irianto Abdullah, kemarin. Menurutnya, hal itu dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan besar, mengingat harga daging babi jauh lebih murah dibandingkan harga daging sapi atau kerbau. Untuk mengelabui konsumen, penjualnya cenderung mencampurkan gading babi tersebut dengan daging sapi yang sebenarnya. \"Mereka bisa menjual daging campuran ini lebih murah, sehingga menarik minat pembeli,\" ujarnya. Untuk itu, ia meminta masyarakat teliti membeli daging yang dijual bebas dipasaran serta tidak mudah tergiur dengan harga daging yang lebih murah. Ia mengungkapkan, untuk membedakan mana daging sapi yang sebenarnya dan daging campuran bisa dilihat dengan cara pedagang menjajakan jualannya, seperti daging sapi benaran bisanya dijual dengan cara digantung, sedangkan daging campuran ditumpukkan diatas meja sehingga tidak bisa dibedakan karena dicampur dengan daging sapi yang sebenarnya. \"Daging campuran biasanya dijual dengan cara ditumpuk seperti tetelan, dan pedagangnnya tidak berani menggantung dagingnya karena antara kedua daging itu memang ada perbedaan warna,\" jelasnya. Selain itu, ciri-ciri daging babi adalah memiliki lemak yang lumayan banyak, sedangkan daging sapi cenderung tidak berlemak dan warnanya lebih cerah dan merah. \"Kalau dari segi bau, mungkin tidak jauh berbeda karena sudah dicampurkan, namun dari sisi warnanya terlihat jelas perbedaannya,\" tukas Irianto. (400)
Waspadai Daging Sapi Dicampur Babi
Selasa 15-07-2014,08:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,10:02 WIB
Polres Bengkulu Selatan Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Pantai Pasar Bawah
Kamis 11-06-2026,12:18 WIB
Perkuat Komitmen Antikorupsi Saat SPMB, Pemkot Bengkulu Minta Kepsek Jauhi Pungli dan Gratifikasi
Kamis 11-06-2026,11:46 WIB
Danau Dendam Tak Sudah Disulap Jadi Ikon Wisata Baru Bengkulu, Pemprov Mulai Penataan Kawasan
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Terkini
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Kamis 11-06-2026,16:10 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Siswa Sekolah Binaan Berkarya Lewat Konten Sustainable Living Saat Libur Sekolah
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,15:45 WIB
Orangtua Senator Destita dan Bupati Seluma Tutup Usia, Dimakamkan di Kampung Halaman Desa Kembang Mumpo
Kamis 11-06-2026,15:15 WIB