BENGKULU, BE - Meski rincian usulan formasi belum disetujui oleh Kemenpan, namun Pemerintah Provinsi Bengkulu telah merancang akan membatasi peserta tes pada penerimaan CPNS tahun ini. Pembatasan ini dilakukan untuk menghindari membludaknya peserta tes, mengingat peralatan sistem Computer Asissted Test (CAT) yang digunakan Pemprov masih sangat terbatas, karena masih menggunakan peralatan yang diimiliki oleh Universitas Bengkulu (Unib). \"Kita merancang membatasi jumlah peserta, karena kalau tidak dibatasi, dipastikan pesertanya mencapai ribuan orang. Sedangkan peralatan yang ada di Unib itu cukup terbatas,\" kata Kepala BKD Provinsi Bengkulu, Tarmizi BSs Ssos. Selain itu, pembatasan juga berkaitan dengan kemampuan anggaran untuk melaksanakan tes CPNS tersebut. \"Kalau anggarannya kecil, otomatis jumlah peserta juga tidak bisa banyak. Sampai sekarang kita belum tahu berapa anggaran yang disetujui oleh DPRD Provinsi Bengkulu,\" bebernya. Namun demikian, ia mengaku hal tersebut akan diberlakukan jika tidak dilarang atau bertentangan dengan peraturan yang dikeluarkan Kemenpan tentang perekrutan CPNS. \"Sekarang belum bisa dipastikan, karena kita masih menunggu regulasi dari Kemenpan,\" ujarnya. Mengenai tata cara pembatasan, Tarmizi mengaku bisa saja dilakukan melalui sistem perangkingan pada saat seleksi administrasi. Karena setiap berkas yang masuk akan diseleksi secara ketat, jika tidak memenuhi syarat atau tidak memenuhi kriteria yang ditentukan, maka calon peserta otomatis akan gugur. Untuk diketahui, pada penerimaan CPNS kali ini Pemprov mengusulkan penerimaan CPNS dengan kualifikasi pendidikan minimal SMK sebanyak 5 orang. Formasi tersebut untuk mengisi jabatan teknisi listrik dengan jurusan pendidikannya teknisi peralatan listrik elektro dan SMK Peternakan atau kesehatan hewan untuk jabatan paramedik patirener pelaksana pemula. Sementara untuk jenjang pendidikan DIII juga cukup banyak, mencapai belasan orang dengan kualifikasi pendidikan DIII Komputer, Teknik Elektro Medis, Teknis Radiografi, Rontgen, Radiologi, Radioterafi, Terafi Wicara, Perawat Gigi dan DIII ilmu persandian. Formasi lainnya berupa 2 orang dokter spesialis dengan rincian 1 orang dokter spesialis bedah dan 1 orang lainnya dokter urologi. Sedangkan untuk formasi Sarjana (S1) hampir semua pendidikan umum bisa ikut mendaftar, seperti S1 Administrasi Pemerintahan, S1 Hukum, Pertanian, Sistem Manajmemen Komputer, Ilmu Sosial, Geografi, Teknik Sipil dan Kimia. Selain itu, Tarmizi juga mengungkapkan bahwa terdapat kuota 5 persen yang bisa diikuti oleh semua jurusan, tapi khusus untuk sarjana atau S1. \"Kuota 5 persen atau 6 orang itu pendidikannya sarjana semua jurusan. Ini juga suatu keberuntungan bagi kita, karena apapun jurusannya bisa mengikuti tes untuk mengisi kuota 6 orang itu,\" tuturnya. (400)
Peserta Tes CPNS Akan Dibatasi
Senin 14-07-2014,10:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 12-06-2026,12:41 WIB
Sering Bingung Saat Menyusun Skripsi? Ruang Tuntas Siapkan Pendampingan dan Mentor Berpengalaman
Jumat 12-06-2026,13:13 WIB
Pemkot Bengkulu Ajak Masyarakat Semarakkan Festival Tabut 2026, Siap Hadirkan Beragam Atraksi Budaya
Jumat 12-06-2026,10:45 WIB
Pendaftaran AHM Best Student 2026 Dibuka, Astra Motor Bengkulu Ajak Gen Z Ciptakan Inovasi untuk Negeri
Jumat 12-06-2026,11:57 WIB
Gedung Dispora Bengkulu Selatan Rusak Parah, ASN Khawatir Keselamatan Kerja
Jumat 12-06-2026,10:58 WIB
Beli Motor Honda Kini Lebih Mudah Lewat Aplikasi Motorku X
Terkini
Jumat 12-06-2026,17:55 WIB
Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Mandiri Sejahtera, SOP dan Laporan Keuangan Perusahaan Dipertanyakan
Jumat 12-06-2026,17:52 WIB
Wakapolda Bengkulu Cek Kesiapan Pasukan dan Peralatan Dalmas, Tegaskan Pengamanan Aksi Harus Humanis
Jumat 12-06-2026,17:43 WIB
Korban Dugaan Investasi Bodong Capai Ratusan Orang, Terlapor Belum Diamankan
Jumat 12-06-2026,17:41 WIB
Dugaan Investasi Bodong Yeyen, BM PT PTP Nyaris Jadi Korban, Pegawai Rugi Rp 765 Juta
Jumat 12-06-2026,17:38 WIB