CIKONENG - Asikin (45) dan Yudi (16) tertimbun reruntuhan saat longsor merobohkan rumah mereka di Dusun Carikbatu Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Minggu pagi (13/7). Akibatnya ayah dan anak itu mengalami luka ringan pada bagian kaki. Menurut Tati (40), istri Asikin, longsor terjadi sekitar pukul 06.30 saat suami dan anaknya masih tertidur di dalam kamar. Sementara dia dan si bungsu tiduran di ruangan tengah. Saat itu Tati dan anak mendadak terbangun karena mendengar suara gemuruh dan teriakan suami serta anak keduanya dari dalam kamar. Saat itu Asikin dan Yudi tampak sudah terhimpit tembok rumah di kamar tengah. “Saya keluar rumah teriak minta tolong ke tetangga,” ujar Tati sambil menangis. Tak lama berselang, lanjutnya, semua tetangganya datang menolong suami dan anaknya yang tidak bisa keluar dari himpitan tembok kamar. Keduanya kemudian diselamatkan dengan cara mendongkel reruntuhan tembok menggunakan kayu dan linggis serta cangkul. “Kurang lebih sepuluh menit suami saya terhimpit tembok,” tuturnya. Kepala Desa Nasol Oman Dihayat menyampaikan, dari laporan yang diterimanya ada dua kejadian di hari yang sama. Selain menimpa Asikin, satu kejadian lagi menimpa tiga rumah di Dusun Batu Malang. Semua rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding akibat tanah dari tebing yang menimpa rumah. Tiga rumah lainnya yakni milik Sarjo (60) yang mengalami jebol pada bagian belakang. Dua lagi adalah rumah milik Asep (38) dan Maman (45) yang mengalami rusak ringan. “Selain itu ada satu tiang listrik yang miring akibat tanahnya terbawa longsor,” terang dia. Untuk sementara, rumah Asikin dikosongkan karena rusak parah. Semua barang-barangnya dievakuasi ke rumah saudara Asikin yang berjarak lima meter. Kejadian itu telah dia laporkan ke tingkat kecamatan. Pihaknya akan menggerakan masyarakat untuk gotong royong memperbaiki rumah Asikin. “Untuk kerugian secara keseluruhan kami tengah menghitung dengan pihak kecamatan. Hanya saja ditaksir puluhan juta,” jelas Oman. Atas kejadian itu dia mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap segala kemungkinan, sehubungan curah hujan saat ini yang cukup tinggi. Terutama rumah-rumah berada didekat tebing. Dia juga meminta ronda malam diberlakukan untuk memonitor lokasi-lokasi yang dianggap rawan terkena longsor. “Karena di Desa Nasol tercatat setiap kali musim hujan selalu ada bencana longsor. Tahun 2013 saja ada empat kejadian longsor yang merusak empat rumah. Makanya kami himbau kepada masyarakat untuk selalu waspada,” imbaunya.(isr)
Longsor, Ayah-Anak Terhimpit Tembok Rumah
Senin 14-07-2014,08:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,10:02 WIB
Polres Bengkulu Selatan Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Pantai Pasar Bawah
Kamis 11-06-2026,12:18 WIB
Perkuat Komitmen Antikorupsi Saat SPMB, Pemkot Bengkulu Minta Kepsek Jauhi Pungli dan Gratifikasi
Kamis 11-06-2026,11:46 WIB
Danau Dendam Tak Sudah Disulap Jadi Ikon Wisata Baru Bengkulu, Pemprov Mulai Penataan Kawasan
Kamis 11-06-2026,10:07 WIB
Pelajar SMP Asal Pondok Batu Hilang Terseret Ombak di Pantai Badri Mukomuko
Kamis 11-06-2026,11:48 WIB
Polresta Bengkulu Musnahkan Sabu dan Ganja Hasil Operasi Antik Nala 2026
Terkini
Kamis 11-06-2026,16:10 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Siswa Sekolah Binaan Berkarya Lewat Konten Sustainable Living Saat Libur Sekolah
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,15:45 WIB
Orangtua Senator Destita dan Bupati Seluma Tutup Usia, Dimakamkan di Kampung Halaman Desa Kembang Mumpo
Kamis 11-06-2026,15:15 WIB
Pabrik AMDK Diharapkan Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Kamis 11-06-2026,15:00 WIB