BENGKULU, BE - Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE mengutarakan apresiasinya terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang membubarkan lokalisasi Dolly. Namun bagi Helmi, upaya yang dilakukan Risma tersebut bukan merupakan satu-satunya cara. \"Kegelapan tidak melulu bisa dilenyapkan dengan memberikan sejumlah materi. Tidak bisa kita hilangkan dengan cara bagi-bagi uang seperti itu,\" kata Helmi, kemarin. Helmi menilai, pendekatan Pemerintah Kota Bengkulu belum dapat seperti Kota Surabaya. Salah satu alasannya adalah keterbatasan anggaran. Mungkin Surabaya punya cukup duit. Jalannya juga sudah mulus. Rakyat sudah sejahtera. Kalau Bengkulu belum. Jalan kita masih banyak berlubang. Siring kita masih banyak macet,\" sampainya. Sebab dari itu, Helmi menjelaskan, pihaknya lebih memilih untuk melakukan pendekatan secara budaya. Salahsatunya adalah dengan cara mendirikan masjid. \"Setelah mendirikan masjid, kita sudah menyusun rencana agar di sana ada kegiatan-kegiatan rutin keagamaan. Kita akan mengirim ustadz untuk door to door. Datang ke rumah tempat PSK itu. Misal di malam hari. Tangkap dan nasehati mereka,\" ujarnya. Menurutnya, upaya penggerebekan itu akan melibatkan berbagai pihak terkait. Diantaranya adalah media massa, FKPD dan sejumlah tokoh masyarakat. \"Kita akan datang ke ekslokalisasi dan kita akan libatkan kawan-kawan media massa. Karena ini perlu untuk diberitakan. Pemerintah dengan FKPD akan mendadak kesana. KIta datangi diam-diam. Sehingga ulama, ustadz, pastur, pendeta dan lain-lain akan kita ajak kesana. Penyelesaian matrelialitis toh terbukti tidak akan selesaikan masalah. Kita lebih kepada pendekatan cahaya. Bukan dengan pendekatan represif, tapi lebih kepada pendekatan persuasif,\" paparnya. Helmi tak menampik Kota Bengkulu bisa menjadi salah satu tempat sasaran para PSK Dolly. Karenanya, ia sudah meminta kepada aparat hukum dapat mencegah dijadikannya Kota Bengkulu sebagai tujuan utama eksodus para PSK Dolly yang akan ditutup setelah lebaran ini. \"Memang sudah ada informasi mereka sudah menyebar dan salah satu tujuannya ke Bengkulu. Kita tingkatkan intensitas pengawasan identitas dan asal usulnya. Kalau mereka benar dari Dolly, maka kita berikan pengawasan khusus. Karenanya mereka akan kita larang untuk melakukan aktifitas kegelapan atau yang gelap-gelap itu ada di Bengkulu,\" pungkasnya. Senin yang lalu (7/7), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu kembali melakukan razia ke ekslokalisasi RT 8 Kelurahan Sumber Jaya. Tidak ada aktifitas prostitusi yang terjadi selama razia berlangsung. Sebagian besar PSK dikabarkan pulang kampung. (009)
Helmi Apresiasi Pembubaran Dolly
Rabu 09-07-2014,12:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,17:46 WIB
Kasus Suap Rekrutmen PHL PDAM Bengkulu Bergulir ke Babak Baru, Polda Tetapkan Empat Tersangka Lagi
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Kamis 09-07-2026,17:55 WIB
360 Calon Siswa Belum Dapat Sekolah, Dikbud Bengkulu Siapkan Distribusi ke 7 Sekolah Negeri dan Program PJJ
Terkini
Jumat 10-07-2026,13:26 WIB
Enam Pejabat Hasil JPTP Dilantik di Makam Pahlawan, Wabup Tekankan Pemerintahan Bersih
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:59 WIB