PURWOKERTO, BE - Menyeduh susu memang identik dengan air panas. Namun jika menyeduh susu dengan air lebih dari 70 derajat celcius, bisa menyebabkan kerusakan protein susu. \"Rusaknya protein tersebut tentu menjadikan kandungan gizi berkurang bahkan hilang sehingga sama halnya dengan mengkonsumsi air biasa,\" jelas Ahli Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekarjo, Nurrekta DCN Kes. Menurut dia, sebaiknya menyeduh susu dengan air suam-suam kuku. \"Tidak semua keluarga memang mempunyai alat untuk mengukur suhu, yang paling praktis yaitu dengan air suam-suam kuku,\" jelasnya. Meskipun dengan air tidak lebih dari 70 derajat celcius, namun bukan berarti saat merebus air hanya sampai 70 derajat celsius saja. Perebusan air harus mencapai 100 derajat celcius. Jika tidak mencapai titik didih air, bakteri masih bisa berkembang biak. \"Harus benar-benar mendidih dulu biar kuman mati baru didinginkan hingga mencapai 70 derajat celcius,\" ujarnya. Peralatan yang digunakan untuk membuat susu juga harus diperhatikan. Terutama untuk anak-anak, tempat dan air yang digunakan harus steril. Meskipun mengandung banyak gizi, namun jika salah dalam pemasakan juga bisa mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan. Pemanasan dalam waktu yang lama pada lemak (lebih dari 180 derajat celsius) dapat menyebabkan perubahan warna. Pada perubahan warna, asam lemak tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap dapat menghasilkan peroksida yang bersifat karsinogenik (pemicu sel kangker). Selain itu, sebaiknya tidak mendiamkan susu yang telah diseduh. Susu yang dibiarkan akan mengalami oksidasi yang berakibat kurang baik juga untuk kesehatan. Susu harus disimpan pada tempat yang kering. \"Penyimpanan susu pada tempat yang lembab bisa menyebabkan kontaminasi,\" ungkapnya. Nurekkta menambahkan, susu merupakan yang mempunyai nilai gizi kompleks, sehingga seringkali jika ada anak yang susah makan maka diberi alternatif susu untuk mengganti kebutuhan-kebutuhan zat yang tidak didapatkannya dari makanan empat sehat. Susu diketahui mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin B1, B12, A, D dan K, kalsium, mineral dan lactoferin yang sangat penting untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh terutama pada anak-anak. (jpnn)
Waspadai Kerusakan Protein Susu
Minggu 06-07-2014,15:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 08-09-2026,16:24 WIB
Diduga Picu Keracunan 7 Siswa, SPPG Padang Jati II Kota Bengkulu Hentikan Penyaluran MBG
Selasa 08-09-2026,15:28 WIB
Fashion Kekinian Makin Santai, Oversized hingga Cargo Kembali Digemari
Selasa 08-09-2026,16:17 WIB
Pernah Ambruk Diterjang Banjir, Pemasangan Rangka Jembatan Lubuk Selandak Dilanjutkan
Selasa 08-09-2026,16:22 WIB
Kecelakaan Maut di Pulau Baai Bengkulu, Pemotor Tewas Saat Truk Hendak Berbelok
Selasa 08-09-2026,16:20 WIB
Pemprov Bengkulu Gerak Cepat Tindaklanjuti SPI 2025, OPD Diminta Tak Anggap Formalitas
Terkini
Rabu 09-09-2026,15:19 WIB
Jangan Asal Klik Link! Ini Ciri-Ciri Tautan Phishing yang Wajib Dikenali
Rabu 09-09-2026,15:11 WIB
Sering Pakai WiFi Publik? Ini Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Data Pribadi
Rabu 09-09-2026,15:03 WIB
Makin Canggih, Begini Cara Mengenali Foto Asli dan Hasil Buatan AI
Rabu 09-09-2026,14:54 WIB
Beli Obat dan Perbaiki Alat Medis Tak Perlu Antre Birokrasi, 17 Puskesmas di Mukomuko Resmi BLUD ?
Rabu 09-09-2026,14:47 WIB