BENGKULU, BE - Banyaknya zat pengawet yang beredar saat ini membuat Anggota DPRD Provinsi Bengkulu meminta pihak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu melakukan pengawasan terhadap takjil atau jajanan berbuka puasa. Jika BPOM lengah, dikhawatirkan zat pengawet tersebut digunakan bebas oleh pedagang sehingga akan berdampak buruk bagi masyarakat yang mengkonsumsinya. \"BPOM harus melakukan razia atau pengujian secara berkala terhadap takjil yang dijualkan oleh pedagang, terlebih baru-baru ini beredar isu adanya minyak goreng yang dicampur dengan plastik putih, yang bertujuan untuk mengawetkan gorengannya,\" kata anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Ir Muharamin, kemarin. Menurutnya, selama bulan Ramadhan ini pedagang dadakan akan bermunculan dengan berbagai makanan yang dijualnya. Akibatnya, banyak dagangan yang tidak laku. Agar tidak merugi dan bisa dijual kembali keesokan harinya, menuntut pedagang harus menggunakan zat pengawet. \"Makanya BPOM harus memaksimalkan perannya, sehingga makanan yang dijual itu benar-benar bebas dari zat yang membayakan bagi kesehatan,\" ujarnya. Senada juga disampaikan anggota DPRD lainnya, Mukhlis SP. Menurutnya, selain meminta BPOM memeriksa sampel makanan tersebut, ia juga meminta BPOM memberikan penyuluhan kepada pedagang tentang bahaya zat pengawet. Dengan cara itu, ia berharap pedagang dapat memahami dan bertekad tidak mencampurkan makanan yang dijualnya dengan zat pengawet yang berbahaya. \"Saya rasa pedagang akan mengerti, karena bulan puasa ini kan bulan beramal, tidak mungkin pedagang ingin membuat dosa. Yang menjadi penyebabnya adalah akibat pedagang tidak mengetahui dampak zat pengawet tersebut, sehingga mereka menganggap tidak akan bermasalah dengan kesehatan. Nah, pemahaman inilah yang perlu disampaikan kepada pedagang,\" terangnya. (400)
BPOM Diminta Awasi Takjil
Sabtu 28-06-2014,13:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,17:46 WIB
Kasus Suap Rekrutmen PHL PDAM Bengkulu Bergulir ke Babak Baru, Polda Tetapkan Empat Tersangka Lagi
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:55 WIB
360 Calon Siswa Belum Dapat Sekolah, Dikbud Bengkulu Siapkan Distribusi ke 7 Sekolah Negeri dan Program PJJ
Kamis 09-07-2026,17:43 WIB
Polda Bengkulu Kembangkan Kasus Repacking Minyakita, Calon Tersangka Baru Mulai Terendus
Terkini
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:59 WIB
Rumus Institute Beberkan Siasat Pabrik Sawit di Mukomuko Dapat 900 Kg Buah Gratis Per Truk
Kamis 09-07-2026,17:57 WIB