BENTENG, BE - Lem Aibon yang diklaim bisa memberikan kenangan dan mabuk siapapun yang menghisapnya, laris manis di pasaran. Terutama di warung manisan yang dekat dengan lingkungan sekolah, seperti SD, SMP atau SMA.Para pelajar banyak membeli lem Aibon ini untuk dihisap. Menurut Kapolsek Taba Penanjung, Iptu Risdianta, memang aibon tidak masuk dalam narkotika, tapi bila disesuaikan dengan pengamatan di masyarakat, lem aibon membuat pemakai jadi pencandu. Bahkan dapat merusak otak dan berujung pada kematian. “Penyuluhan bahaya aibon layak dilaksanakan ke pelajar sebagai generasi penerus. Sebab aibon itu sama dengan narkotika resikonya,” terangnya. Risdianta berharap masyarakat ikut membantu menyerangi anak-anak yang doyan aibon. Salahsatu upaya yang harus dilakukan adalah masyaraat yaitu, menolak jika ada yang mau membeli aibon, walaupun dengan berbagau alasan. “Kami juga dari kepolisian akan meningkatkan pengawasan distribusi aibon. Menertibkan di warung-warung dekat dekat sekolah,” imbuhnya. Kapolsek menambahkan, banyak kasus kematian terjadi setelah konsumsi Aibon. Dia berharap anak-anak di Benteng dapat menjaui aibon itu. Karena dari menghisap aibon, membuat pola berpikir anak berubah dan jadi emosional. “Ada pengalaman adek teman-teman saya, meninggal dengan posisi telungkup setelah isap aibon. Jadi mulai sekarang jauhi aibon,” jelas Risdianta. Rata-rata kata Risdianta, anak yang sering menghisap lem, setelah habis atau kering lem bisa membuat ingatan tenang, tetapi dampak setelah itu. “Pertama coba-coba, setelah itu bisa jadi pencandu berat. Sama dengan pengaruh narkoba, lem aibon juga bisa ketergantungan. Karena itu perlu dilakukan penolakan bila ada kawan mengajak menghisap lem itu,” paparnya. Sementara itu, Ketua KNPI Benteng, Tarmizi memberikan komentar yang sama, dia berharap orang tua yang anak-anaknya masih duduk di sekolah SD, SMP dan SMA duntuk tetap menjaga anaknya, jangan sampai terperangkap dilingkaran pergaulan bebas. Soalnya anak-anak SD/SMA mud pergaulan bebas. Soalnya anak-anak SD/SMA mudah terpengaruh dengan ajakan, termasuk ajakan menghisap lem aibon yang sudah dijadikan tradisi anak-anak gaul. “Pengamatan selama ini di masyarakat, memang aibon banyak yang konsumsi. Untuk itu sangat diperlukan kesadaran orang tua, jangan sampai menyesal di kemudian hari. Sebab Aibon juga bisa memicu ketergantungan, merusak anak-anak. Demikian juga sekolah, jangan bebaskan murid berbelanja di warung-yang menjual lem Aibon, karena merusak,” tutupnya.(111)
Aibon Laris Dihisapi Pelajar
Kamis 26-06-2014,15:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Rabu 10-06-2026,16:17 WIB
Berkendara Dekat Bukan Berarti Aman, Ini Imbauan Astra Motor Bengkulu soal Safety Riding
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB
Helmi Hasan Terima Kunjungan Kapolda Bengkulu, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Terkini
Kamis 11-06-2026,13:32 WIB
Pemkot Bengkulu Usulkan Lima Proyek Infrastruktur ke Program Inpres Jalan Daerah 2025
Kamis 11-06-2026,13:29 WIB
DPRD Kota Bengkulu Pastikan Seluruh Aset Daerah Tercatat dan Terlindungi Lewat Pansus Aset
Kamis 11-06-2026,13:28 WIB
Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Tata Area UMKM Selama Festival Tabot 2026
Kamis 11-06-2026,12:22 WIB
Gandeng BPK Bengkulu, Disdikbud Mukomuko Siap Gelar Festival Benteng Anna 2026
Kamis 11-06-2026,12:18 WIB