BENGKULU, BE - Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd menyatakan, perbaikan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Laporan Akuntasi Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) harus diperbaiki. Hal ini dilakukan untuk memenuhi standar yang sudah ditetapkan secara nasional. \"Sejauh ini Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah mendapatkan nilai CC. Nilai tersebut sudah cukup baik karena berada di atas C dan dibawah B, namun perlu ditingkatkan lagi agar menjadi B,\" kata gubernur saat membuka Rapat Fasilitasi Penguatan Sistem SAKIP yang bertema \"Kita Wujudkan Penyelenggaraan Pemerintah yang Baik dan Akuntabel Menuju Reformasi Birokrasi di Pemerintah Provinsi Bengkulu\" di ruang rapat Pola Bappeda Pemprov, kemarin (24/6). Menurutnya, dalam penilaian SAKIP dengan 80 persen dan LAKIP 20 persen itu perlu di singkronkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). \"Kita sudah punya badan pelayanan terpadu sebagai garda terdepan namun untuk mencapai taget di tahun 2015 mendatang. Seluruh SKPD wajib untuk melaksanakan SAKIP tersebut, agar penilaiannya naik dari CC manjadi B,\" tegasnya. Dijelaskan gubernur, setidaknya ada tiga SKPD yang mempersiapkan bahan penilaian SAKIP dan LAKIP tersebut. Ketiganya adalah Inspektorat bertindak sebagai pengawas, Bappeda sebagai perencanaan dan Biro Keuangan. Karena itu, ia berharap seluruh SKPD bisa menerapkan sistem tersebut, dan juga harus siap ketika ada penilaian mendadak. \"Saya berharap bukan hanya tiga SKPD ini saja yang menerapkan sistem SAKIP dan LAKIP, namun seluruh SKPD yang menerapkannya sehingga bila sewaktu-waktu akan dilakukan penilaian kita sudah siap,\" lanjutnya. Sementara itu, Kepala Bagian Pemantau dan Evaluasi Program dan Anggaran Kementerian PAN RB, Harry Sukamto SE mengatakan, jika Pemerintah Provinsi Bengkulu ingin memperbaiki nilai dari CC menjadi B, maka perlu perbaikan sedikit. Dan perlu membuat indikator yang ingin dicapai, minimal harus ada managemen kinerja dengan mengharmonisikan beberapa aspek, seperti pelaporan dan evaluasi kinerja. Selain itu, juga perlu koordinasi dan harmonisasi antara Pemerintah Daerah. Sehingga didapatkan informasi dan data kinerja yang lengkap dan akurat. \"Seluruh SKPD wajib untuk berikan perhatian serius dalam penyedian data, target yang jelas dan terukur sehingga bisa disajikan ke publik,\" jelasnya. Menurutnya, sejauh ini yang sudah menerapkan SAKIP dan LAKIP yang baik adalah Jogja, Kaltim dan Sulawesi Selatan. Dan ketiga daerah itu sudah mengantongi nilai B. Sedangkan yang lainnya masih C dan CC. \"Nilai CC sudah cukup baik hanya tinggal pendalaman, karena standar penilaian yang ditetapkan oleh kemenpan dan RB dari 100 persen itu, 80 persen diantaranya adalah sistem SAKIP sedangkan 20 persen adalah LAKIP,\" tutupnya. (400)
Kinerja Pemerintah Harus Diperbaiki
Rabu 25-06-2014,15:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 26-05-2026,09:07 WIB
Pelajar di Daerah Bisa Naik Kelas Lewat TEFA Astra Honda
Selasa 26-05-2026,11:49 WIB
Sambut Idul Adha, Astra Motor Bengkulu Salurkan Sedekah Hewan Kurban
Selasa 26-05-2026,14:59 WIB
Plh Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing Salat Idul Adha di Masjid Merah Putih
Selasa 26-05-2026,14:21 WIB
Motor Mogok Padahal Tangki Penuh? Ini 7 Penyebab Utama Menurut Astra Motor Bengkulu
Selasa 26-05-2026,09:02 WIB
Dekatkan Pelayanan, Pos AHASS TEFA SMKN 3 Mandau Siap Servis 12 Motor Honda Per Hari
Terkini
Selasa 26-05-2026,15:03 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Intensifkan Strategi Dongkrak PAD Melalui Digitalisasi dan Pengawasan Pajak
Selasa 26-05-2026,14:59 WIB
Plh Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing Salat Idul Adha di Masjid Merah Putih
Selasa 26-05-2026,14:57 WIB
Pemkot Bengkulu Mulai Distribusikan Sapi Kurban ke Berbagai Masjid di Kota Bengkulu
Selasa 26-05-2026,14:52 WIB
Usut Dugaan Korupsi Proyek Pasar Rp700 Juta, Tim Penyidik Kejari Bengkulu Tengah Geledah Kantor Disdagperinkop
Selasa 26-05-2026,14:48 WIB