BENGKULU, BE- Kekerasan terhadap perempuan berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga. Kondisi ini masih sering dialami perempuan di Bengkulu. Hal ini terungkap dalam KategoriSeminar Nasional dan Musyawarah Daerah XI Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bengkulu. \"Untuk mengembalikan lagi peran keluarga yang semakin melemah pada anak dan perempuan, maka untuk menggerakkan kembali peran keluarga sebagai modal utama dalam mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuam,\" kata Titin Murtakhamah Psikolog PKBI Jakarta, saat memberikan materi pada seminar, kemarin (21/06). Titin menjelaskan, jenis kekerasan tersebut berupa kekerasan fisik, seperti ditampar, dipukul, dan dicubit. Selain, perempuan sering mendapat ditendang, dianiaya dengan rokok, dibakar, disiram dengan cairan berbahaya. Peremouan juga banyak mengalami kekerasan psikis seperti diabaikan, diremehkan, dikenai perlakuan kasar, dikenai kata-kata kasar, ditinggal selingkuh, dicemburui, dicurigai diawasi gerak-geriknya, dibohongi, dipaksa aborsi. Kekerasan lainnya yaitu kekerasan Seksual seperti dipaksa melihat, memegang alat kelamin, diraba, dipegang bagian tubuh yang pribadi, diperkosa, dipaksa berhubungan intim. \"Sedangkan kekerasan Ekonomi seperti dilarang mengetahui soal keuangan pasangan, dilarang bekerja, dipaksa bekerja, atau bahkan diperjual belikan, tidak dinafkahi, dikuasai harta dan asset usahanya,\" tambahnya. Tidak hanya itu, kekerasan sosial juga sering dialami perempuan, misanya dibatasi pergaulannya, dilarang berkegiatan diluar rumah, dipermalukan didepan orang lain, dilarang bertemu dengan keluarga anak dan orang tua. \"Kekerasan terhadap anak dan perempuan ini memiliki dampak negatif bagi individu yang mengalaminya. Dampak pada anak yaitu, trauma, muncul kekecewaan terhadap figur orang tua, muncul perubahan perilaku, muncul perubahan pada kualitas hubungan interpersonal, perubahan prestasi belajar,\" tutur Tutin. Dalam seminar tersebut, dihadiri oleh Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, yang membuka seminar dan Musyawarah daerah. Hadir juga, Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia dr SarsantoWirawan Sarwono Sp. OG, Ketua pengurus Harian Daerah PKBI Bengkulu Dr Hadiwinarto M.Psi, relawan, 3 nara sumber yaitu HJ. Rohmulyati, SH, MH, dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bengkulu, Titin Murtakhamah Konselor PKBI Jakarta dan Joko Lestari Kasubid Renata Polda Bengkulu serta para tamu undangan.(cw2)
Perempuan Banyak Alami Kekerasan
Minggu 22-06-2014,15:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 31-08-2026,11:53 WIB
Bukan Sekadar Bisa Naik Motor, Astra Motor Bengkulu Ajarkan Pelajar Pentingnya #CariAman
Senin 31-08-2026,12:28 WIB
Kenapa Madu Tak Mudah Basi? Ini Fakta Unik yang Bikin Penasaran
Senin 31-08-2026,18:39 WIB
Dari Bengkulu ke Danau Toba, Ka Ga Nga Siap Gaungkan Musik Etnik di Panggung Internasional
Senin 31-08-2026,11:58 WIB
Cegah Kecelakaan di Kalangan Remaja, Astra Motor Bengkulu Gaungkan #CariAman
Senin 31-08-2026,11:33 WIB
Kenapa Mata Langsung Berair Saat Potong Bawang? Ini Fakta Uniknya
Terkini
Senin 31-08-2026,21:14 WIB
Red Line Angkat Piala Kemerdekaan Minisoocer BETV 2026, Garuda Sakti Harus Puas Runner Up
Senin 31-08-2026,18:39 WIB
Dari Bengkulu ke Danau Toba, Ka Ga Nga Siap Gaungkan Musik Etnik di Panggung Internasional
Senin 31-08-2026,16:14 WIB
Sering Dianggap Sama, Tahu dan Tofu Ternyata Punya Perbedaan
Senin 31-08-2026,15:47 WIB
Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas di Rumah, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi
Senin 31-08-2026,15:44 WIB