KOTA MANNA, BE – Tim jaksa penuntut umum (JPU) perkara dugaan korupsi di Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Bengkulu Selatan (BS), kemarin kembali melayangkan surat panggilan kepada Bupati BS agar menghadiri sidang sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Bengkulu, Selasa (10/6) mendatang. Ketua Tim JPU, Zondrafia SH mengungkapkan, surat panggilan itu kembali dilayangkan karena sudah 2 kali Bupati BS Reskan Effendi tidak hadir sebagai saksi. Pertama pada Mei lalu dan kedua sidang Kamis lalu. “Surat panggilan ketiga sudah kami sampaikan tadi (kemarin red). Kami harapkan Pak Reskan Effendi bisa hadir sebagai saksi,“ tegas Zondrafia. Di sisi lain, meskipun nantinya Reskan tidak hadir, Zondrafia mengaku pihaknya tidak bisa melakukan panggilan paksa. Sebab yang meminta menghadirkan saksi Bupati atas inisiatif dari hakim. Sedangkan pihaknya sudah merasa cukup dari keterangan saksi sebelumnya dan tidak mengajukan Bupati untuk menjadi saksi di Pengadilan Tipikor. “Yang menginginkan bupati hadir sebagai saksi ya hakim, jadi kalaupun pada sidang Selasa nanti bupati tetap tidak hadir, kami tidak punya wewenang untuk memaksanya hadir,” katanya. Jika pihak hakim tetap ngotot untuk menghadirkan Bupati sebagai saksi di pengadilan, maka menjadi kewenangan hakim untuk memaksakan bupati untuk hadir. “Harapan kami bupati dapat hadir agar proses persidangan dapat segera selesai, namun kalaupun tidak hadir, menjadi kewenangan hakim apakah mau memaksakannya untuk hadir atau tidak,” terang Zondrafia. Sebelumnya Bupati BS, H Reskan E Awaludin SE mengakui pada persidangan sebelumnya dirinya tidak bisa hadir. Akan tetapi dirinya pun memastikan akan hadir pada jadwal sidang berikutnya. “Kalau selama ini saya ada halangan, namun kalau nanti tidak ada halangan, maka saya siap datang pada sidang Selasa depan,” ujarnya. Sekedar mengingatkan tahun 2012 lalu KLH BS ada kegiatan pengadaan peralatan kebersihan dengan nilai Rp 1,1 M. Namun dalam pelaksanaannya ada kerugian negara mencapai Rp 278 juta. Hal ini telah menyeret Abdul Karim Yahya SE yang saat itu sebagai Kepala KLH dan Aji sebagai PPTK ditetapkan sebagai tersangka.(369)
Kejari Kembali Surati Bupati BS
Sabtu 07-06-2014,16:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 22-05-2026,10:22 WIB
Usut Dugaan Korupsi Pasar Pagar Dewa, Kejari Bengkulu Geledah Rumah Ketua Koperasi dan Sita 200 Dokumen
Jumat 22-05-2026,17:36 WIB
Gusril Pausi Tabuh Dol, Festival Gurita 2026 Resmi Gebyar Lapangan Merdeka Bintuhan
Jumat 22-05-2026,16:40 WIB
Kebijakan Ekspor Sawit Satu Pintu Diwaspadai, Harga TBS Bengkulu Utara Relatif Stabil
Jumat 22-05-2026,12:54 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pecinta Honda PCX 160 untuk Riding dan Nongkrong Bareng
Jumat 22-05-2026,17:41 WIB
Rekomendasi BKN Turun, Pemkab Rejang Lebong Batalkan Massal Kelulusan 50 Peserta PPPK 2024
Terkini
Jumat 22-05-2026,17:41 WIB
Rekomendasi BKN Turun, Pemkab Rejang Lebong Batalkan Massal Kelulusan 50 Peserta PPPK 2024
Jumat 22-05-2026,17:36 WIB
Gusril Pausi Tabuh Dol, Festival Gurita 2026 Resmi Gebyar Lapangan Merdeka Bintuhan
Jumat 22-05-2026,17:30 WIB
Lebih dari Satu Dekade Memersatukan Nusantara, Astra Motor Bengkulu Kupas Fakta Seru Honda Bikers Day
Jumat 22-05-2026,17:09 WIB
Regenerasi Organisasi, Kapolda Yudhi Sulistianto Pimpin Langsung Sertijab PBVSI dan INKANAS Bengkulu
Jumat 22-05-2026,17:02 WIB