BENGKULU, BE - Meski sudah berkali-kali diperingatkan, namun aktivitas penangkaran babi di RT 24 RW 8 Kelurahan Lingkar Timur milik Panggapean Rajaguguk, kembali beroperasi. Hal ini dipastikan sendiri oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Jahin Liha Bustami SSos, usai meninjau lokasi penangkaran babi di kawasan tersebut, kemarin. \"Kita awalnya dapat laporan dari masyarakat. Makanya kita lihat langsung ke sini dan ternyata memang benar ada. Saat kami berusaha untuk mencari pemiliknya, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat (di rumah, red),\" kata Jahin, kemarin. Data terhimpun di lokasi kejadian, pintu rumah Panggapean Rajaguguk terkunci rapat. Termasuk penangkar ternak babi di bawah rumahnya tertutup. Bau menyengat limbah kotoran babi menyeruak saat berjalan di kawasan ini. Kotoran tersebut mengalir melalui drainase disamping rumah dan dialirkan ke sungai dengan melintasi rumah-rumah warga. Meski sang pemilik tidak berada di rumah, Jahin menjelaskan, pihaknya dalam waktu yang tidak begitu lama akan kembali mendatangi rumah Panggapean Rajaguguk. Menurut Jahin, apa yang dilakukan oleh Panggapean Rajaguguk telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama pihak Kelurahan Lingkar Timur. \"Kalau nanti saat kami berkunjung babi-babi itu masih ada, orangnya yang kami angkut. Tidak dengan babinya. Kalau babinya berat. Anggota kami tidak akan sanggup,\" ujar Jahin berkelakar. Jahin meneruskan, apa yang dilakukan oleh penangkar babi ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2008 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum dalam Wilayah Kota. Pasalnya, penangkaran ini membuat warga masyarakat di sekitarnya resah. \"Usaha penangkaran itu juga tidak mempunyai izin. Kami berharap pemiliknya bisa konsekwen dengan penyataan yang pernah dibuat bersama pihak kelurahan. Kalau tidak, kita berikan sanksi Tipiring (tindak pidana ringan),\" pungkasnya. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Panggapean Rajaguguk belum dapat dikonfirmasi. Perlu diketahui, kawasan RT 24 RW 8 Kelurahan Lingkar Timur mayoritas adalah penduduk batak. Babi yang ditangkar Panggapean Rajaguguk biasanya menjadi konsumsi warga sekitar saat moment-moment tertentu. Namun, beberapa warga mengaku resah dengan penangkaran tersebut. (009)
Penangkar Babi Beroperasi Lagi
Sabtu 07-06-2014,13:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 29-09-2026,18:20 WIB
Sidang Fikri Thobari Ungkap Fee Proyek 10-15 Persen dan Dugaan Aliran Uang ke APH
Selasa 29-09-2026,18:23 WIB
Enam Parpol di Kota Bengkulu Terverifikasi sebagai Penerima Dana Banpol
Selasa 29-09-2026,18:09 WIB
APBD Perubahan 2026 Kota Bengkulu Disahkan, Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas
Rabu 30-09-2026,12:41 WIB
Saksi PT Yokogawa Ungkap Pergantian SKU dan AVR di Sidang Korupsi PLTA Musi
Rabu 30-09-2026,12:32 WIB
Tomi Bantah Terima Rp400 Juta dari Repal dalam Kasus Dugaan Penipuan Bank Bengkulu
Terkini
Rabu 30-09-2026,15:52 WIB
HUT ke-4 LEKAD, Baksos Door-to-Door Sasar 300 Warga Rentan di Bengkulu
Rabu 30-09-2026,15:17 WIB
Wajah Baru Amanda Hadir Lebih Fresh, Akses Informasi Honda Makin Praktis
Rabu 30-09-2026,15:12 WIB
Cek Harga dan Simulasi Kredit Motor Honda Makin Praktis Lewat Motorku X
Rabu 30-09-2026,15:09 WIB
Belajar Jarak Aman dan Teknik Menikung, Astra Motor Bengkulu Ajak Pelajar #Cari_Aman
Rabu 30-09-2026,15:06 WIB