MUKOMUKO, BE – Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus memberikan apresiasi kepada masyarakatnya khususnya dalam mencari solusi untuk menyelesaikan suatu persoalan , tanpa ada tindakan anarkis. “ Sumpah racun yang telah dilakukan dan melibatkan pihak – pihak terkait sah –sah saja dilakukan. Ditambah lagi atas kesepakatan bersama masyarakat banyak,” kata Ichwan. Sumpah racun dilakukan untuk membuktikan benar atau tidaknya dalam persoalan itu, yang informasinya warga di pesisir pantai Koto Jaya, kata Ichwan, yang diduga terkena racun hingga ada warga yang telah muntah darah. Meskipun persoalan itu tengah dilakukan langkah lebih lanjut untuk mengetahui siapa saja oknum yang melakukan hal itu. “ Dari laporan yang saya terima dari Camat Kota Mukomuko, diduga yang membawa racun itu oknum dari luar daerah. Untuk membuktikan kecurigaan itu pun cukup tepat dan sah – sah saja diselesaikan secara adat,” demikian Ichwan. Warga Koto Jaya yang juga sekretaris nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIM), Buyung Sahrial menyampaikan, sumpah racun yang telah dilakukan itu meskipun tidak langsung diketahui siapa oknumnya. Tetapi masih menunggu informasi lebih lanjut dari orang pintar yang bersangkutan. Warga di pesisir pantai Koto Jaya, merasa puas. Karena indikasi racun yang telah ada korban hingga muntah darah telah diambil sumpah yang dilakukan dengan cara adat. Diketahui sumpah racun massal yang telah dilakukan Senin (26/5) lalu itu melibatkan tiga rukun tetangga (RT). Sumpah itu merupakan tindak lanjut untuk mengetahui oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab yang diduga menyebarkan racun dan menyebabkan beberapa orang di wilayah itu mengalami muntah darah. Diduga racun itu bukan berasal dari makanan atau ikan, tetapi dari orang yang punya ilmu hitam. Untuk membuktikannya digelar sumpah racun. Dalam ritual yang jarang ditemukan pada zaman modern ini, setelah diambil sumpah yang dilakukan salah satu orang pintar. Setiap warga wajib menggoyangkan sebatang bambu setinggi empat meter yang ditancapkan di tanah. Jika daun di batang itu jatuh, diduga orang itu pelakunya. Ritual itu merupakan kebiasaan lama warga setempat untuk mencari pelakunya. (900)
Bupati: Selesaikan Masalah Tanpa Anarkis
Jumat 30-05-2014,17:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 29-08-2026,12:42 WIB
Zulhas Targetkan Pembenahan Tata Kelola MBG Sebelum 20 Oktober 2026
Sabtu 29-08-2026,12:50 WIB
Kabut asap menguatkan ancaman ISPA
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Sabtu 29-08-2026,12:48 WIB
Ekoenzim, Solusi Hemat dengan Limbah Bermanfaat
Sabtu 29-08-2026,12:39 WIB
Prabowo Minta BRIN Bangun Teknologi Desalinasi Penuhi Kebutuhan Air
Terkini
Sabtu 29-08-2026,16:06 WIB
AHM Photo Competition 2026 Hadirkan Empat Subtema, Siapkan Hadiah Sepeda Motor dan Uang Tunai
Sabtu 29-08-2026,16:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pelajar Asah Kreativitas di Media Sosial Lewat SMKreator
Sabtu 29-08-2026,16:02 WIB
AHM Buka Program Young School Influencer 2026, Pelajar Bisa Belajar Jadi Content Creator
Sabtu 29-08-2026,12:56 WIB
Industri Minyak Atsiri Indonesia Makin Wangi di Pasar Global
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB