BENGKULU, BE - Hari ini (23/5) Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu akan mengekspose rencana pembangunan ring road yang melintasi cagar alam Danau Dendam Tak Sudah, tepatnya jalan yang menghubungkan simpang 4 Nakau ke simpang SPBU Air Sebakul, Kota Bengkulu, di Kementerian Kehutanan. Ekspose ini terkait dengan tak kunjung dikeluarkannya izin pembangunan ring road tersebut oleh Kementerian Kehutanan, padahal permohonan izinnya sudah disampaikan Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak 2012 lalu. \"Hari Jumat besok (hari ini, red) saya bersama biro hukum dan tenaga ahli dari Unib diundang ke Kementerian Kehutanan untuk mengekspose rencana pembangunan ring road tersebut,\" kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Risman Sipayung, kemarin. Menurut Risman, dalam ekspose tersebut pihaknya akan menceritakan kronologi asal usul pihaknya mengajukan izin pembangunan ring road tersebut. Salah satu alasannya adalah untuk memperpendek jarak tempuh bagi truk bermuatan besar menuju Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. \"Hingga saat ini semua truk bermuatan tinggi seperti truk angkutan batu bara, dari simpang Nakau melwati Talang Empat Bengkulu Tengah, baru kemudian menuju ke Simpang 4 SPBU Air Sebakul dan seterusnya ke Pelabuhan Pulau Baai. Jika ring road itu dibangun, maka terjadi penghematan atau memperpendek jarak mencapai 18 Km. Dan ini sangat berarti bagi truk bermuatan tinggi,\" ungkapnya. Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan bahwa ring road tersebut tidak akan merusak atau menghambat air yang masuk ke Danau Dendam Tak Sudah, karena pembangunan riong road bukan di dasar hulu danau, melainkan jembatan layang diatas permukaan air. Dengan demikian, air masih tetap akan mengalir dibawah jembatan layang tersebut dan sama sekali tidak akan mempengaruhi kuantitas air yang masuk ke dalam danau. \"Kajian kami sementara tidak akan berdampak terhadap jumlah air yang masuk ke danau, karena jalan yang akan dibangun itu tidak bersentuhkan langsung dengan permukaan air,\" ujar Risman. Kendati demikian, ia mengaku masih diperlukan kajian yang mendalam, baik oleh tim dari kementerian kehutanan maupun tim dari Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menganalisa lebih lanjut mengenai dampak yang akan ditimbulkan dari pembangunan ring road tersebut. \"Secara ekonomi memang sangat menguntungkan, tapi dampak lainnya masih diperlukan kajian oleh tim ahli,\" bebernya. Dijelakannya, jalan yang dibangun tersebut bukan membuka jalur baru, melainkan mengikuti jalur jalan yang sudah ada sebelumnya. Hanya saja jalan yang lama tersebut sudah hancur tinggal potongan-potongan aspalnya saja. \"Kalau pembangunan ring road itu tidak diizinkan, maka gejolak masyarakat kota semakin menjadi, mengingat selama ini masyarakat sudah cukup terganggu dengan keberadaan truk bermuatan tinggi masuk ke jalur umum yang padat penduduk. Akibatnya jelas, terjadi kerusakan jalan seperti yang terjadi selama ini,\" tandasnya. (400)
Dishut Ekspose Ring Road di Kementerian
Jumat 23-05-2014,12:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 22-10-2026,10:14 WIB
Sultan Janji Bantu Dana Pribadi, Perbakin Bengkulu Bidik Medali PON 2028
Kamis 22-10-2026,11:30 WIB
Kenapa Rasa Air Mineral Berbeda? Riset Ungkap Peran Kandungan Mineral
Kamis 22-10-2026,11:36 WIB
Cochrane Ungkap Hasil Perbandingan Vape vs Koyo dan Permen Karet Nikotin untuk Berhenti Merokok
Kamis 22-10-2026,11:25 WIB
Mengenal Sejarah Hari Dokter Nasional dan Alasan Pemilihan Tanggal 24 Oktober
Kamis 22-10-2026,09:20 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Bengkulu Dorong Pengawasan Program dan Pembangunan
Terkini
Kamis 22-10-2026,17:29 WIB
Kuliner Gang Viral Hadir di Mega Mall Bengkulu, Kajari Berharap Gairahkan Ekonomi
Kamis 22-10-2026,17:27 WIB
Dukcapil Kota Bengkulu Rekam KTP-el di SMA, Sasar Pelajar Kelahiran 2008–2009
Kamis 22-10-2026,17:18 WIB
Pemkot Bengkulu Benahi Drainase RT 10 Rawa Makmur, Bantu Kurangi Risiko Genangan
Kamis 22-10-2026,17:13 WIB
Polres Kaur Amankan Lima Terduga Pengguna Narkoba di Padang Guci Hulu, Belasan Paket Disita
Kamis 22-10-2026,13:37 WIB