MUKOMUKO, BE – Tim penelusuran atas dugaan permasalahan 10 honorer K2 yang telah dinyatakan lulus yang dibentuk yang dibentuk Inspektorat Daerah Kabupaten Mukomuko mendapat sedikit hambatan. Informasinya ada oknum yang mengaku dari salah satu LSM di Mukomuko meminta supaya tim Inspektorat menghentikan penelusuran terhadap K2 itu, bahkan oknum itu mencoba memberikan sejumlah uang kepada tim. Peristiwa itu telah terjadi beberapa waktu lalu di Kantor Inspektorat Daerah. “Ya, pernah ada seseorang oknum LSM mendatangi bawahan saya tepatnya yang tergabung dalam tim. Oknum itu meminta supaya penelusuran sejumlah honorer K2 dihentikan,” aku Kepala Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten, A Halim SE MSi dikonfirmasi Bengkulu Ekspress. Karena solidnya tim tersebut, percobaan yang dilakukan oknum LSM untuk menghentikan penelusuran itu pun dimentahkan. Hanya saja Halim enggan membeberkan dengan jelas siapa oknum LSM tersebut dengan alasan pada saat kejadian itu oknum tersebut tidak menemui dirinya, melainkan mendatangi bawahannya. “Saat itu oleh bawahan saya langsung mementahkan keinginan oknum tersebut. Dan menyarankan oknum itu langsung menemui Kepala Inspektur. Mendapat jawaban keras tersebut oknum itu pun memilih meninggalkan Kantor Inspektorat dan tidak pernah lagi datang,” katanya. Dua Mundur, 2 Dicoret Sementara itu, Halim menegaskan, penelusuran tersebut tetap berlanjut. Sejauh ini jajarannya telah mengantongi dua oknum honorer K2 yang terancam dicoret atau urung untuk diangkat CPNS. Satu dari formasi tenaga teknis dan satu tenaga guru. Ini setelah pihaknya langsung mendatangi pejabat dimana honorer itu pernah bertugas. “Di atas materai enam ribu pejabat yang bersangkutan menyatakan tidak pernah mengeluarkan SK yang menyatakan bahwa kedua oknum honorer itu pernah bertugas di sekolah dan SKPD yang bersangkutan,” bebernya. Kedua oknum honorer yang terancam dibatalkan itu adalah oknum honorer yang bekerja di jajaran Pemda Mukomuko. Saat ini masih dilakukan proses lebih lanjut. Sedangkan dua orang honorer lagi telah menyatakan mengundurkan diri. SK keduanya diduga pernah dikeluarkan saat keduanya bertugas pertama kali tepatnya per 1 Januari 2005 lalu di jajaran Dinas Pendidikan di Bandung, Jawa Barat. “Yang jelas dari 10 honorer K2 yang diduga bermasalah. Dua sudah dipastikan gugur karena mundur. Dua lagi terancam dicoret dan enam honorer lagi masih dilakukan penelusuran lebih lanjut. Finalnya akan diketahui setelah tim rapatkan hasil penelusuran itu yang direncanakan dalam waktu dekat,” demikian Halim. (900)
Ada LSM Coba Hentikan Penelusuran K2
Jumat 16-05-2014,17:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 16-10-2026,13:20 WIB
Puluhan Polisi Bersenjata Lengkap dan Rantis Baracuda Sisir Desa Kampung Jeruk Binduriang
Jumat 16-10-2026,14:55 WIB
Bukan Sekadar Pencernaan, Kesehatan Usus Juga Memengaruhi Metabolisme Tubuh!
Jumat 16-10-2026,15:09 WIB
Tampil Elegan dan Memikat, Ini Tips Memadukan Parfum dengan Perhiasan
Jumat 16-10-2026,13:44 WIB
Razia Kafe dan Tes Urine, 4 Orang Positif Narkoba, Barang Bukti Ditemukan di Kamar Hotel
Jumat 16-10-2026,16:26 WIB
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 16 Bandara di Papua Terdampak
Terkini
Jumat 16-10-2026,17:01 WIB
Eks Mess Pemda Jadi Kantor Wali Kota, Pemkot Bengkulu Targetkan Pekerjaan Utama Rampung Akhir 2026
Jumat 16-10-2026,16:54 WIB
Ternyata 2 Warga Mukomuko yang Diamankan di Salah Satu Kafe di Kota Bengkulu Merupakan Peserta Pelatihan
Jumat 16-10-2026,16:40 WIB
Mess Pemda Berpotensi Jadi Ikon Baru Pusat Pemerintahan Kota Bengkulu
Jumat 16-10-2026,16:35 WIB
Kabut Asap Karhutla Tak Kunjung Hilang, Warga Samarinda Khawatirkan Nasib Orangutan
Jumat 16-10-2026,16:26 WIB