Aplikasi di Google Glass Bantu IMD Secara Real Time

Senin 12-05-2014,17:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

GOOGLE GLASS mungkin baru dimiliki kalangan terbatas, apalagi mengingat harganya yang masih selangit. Namun setidaknya kacamata canggih ini ada gunanya.

Setelah sebelumnya dipakai untuk operasi, Google Glass ternyata juga bermanfaat bagi ibu yang baru melahirkan.

Sebuah aplikasi baru sengaja diciptakan untuk para ibu muda pengguna Google Glass yang baru saja belajar menyusui putra-putrinya atau memulai IMD (inisiasi menyusui dini).

Aplikasi tersebut memungkinkan si ibu muda untuk memperoleh video berisi panduan tentang cara menyusui langsung dari seorang konselor laktasi.

Bahkan si konselor dan sang ibu dapat melakukan video chat agar si konselor dapat memastikan ibu yang bersangkutan sudah menyusui dengan benar.

Kalau dirasa ada yang janggal, si konselor saat itu juga bisa memberikan berbagai masukan yang dibutuhkan sang ibu, sekali lagi secara real-time.

\"(Aplikasi) ini menyediakan berbagai informasi yang paling dibutuhkan para ibu. Mereka tinggal mengambil konten dari portal ke Google Glass, lalu di layar muncul pilihan-pilihan video yang mereka ingin tayangkan,\" kata jubir video promo untuk aplikasi bikinan Australian Breastfeeding Association ini, seperti dilansir laman HLNTV, Minggu (11/5).

Tim peneliti dari ABA sepakat Google Glass memiliki kelebihan karena hands-free sehingga para ibu tetap bisa fokus menggendong bayinya.

Untuk menguji efektivitasnya, lima ibu dan 15 konselor laktasi diminta untuk menjajal aplikasi dan sebagian besar dari mereka mengaku terbantu dengan adanya aplikasi ini.

Salah satu partisipan bernama Sarah-Jane Bailey mengaku kesulitan menyusui putranya, Patrick karena ia mengalami mikrognatia, kelainan berupa rahang yang lebih kecil dari normal.

Namun semenjak mencoba video calling dengan salah satu konselor laktasi dari ABA, Cate lewat aplikasi Google Glass ini, Sarah-Jane akhirnya bisa menyusui Patrick.

Bahkan partisipan lain mengatakan, bisa jadi ini satu-satunya akses yang mereka miliki untuk mendapatkan saran tentang kesehatan, terutama bagi sebagian pengguna yang tinggal di kawasan terpencil atau jauh dari fasilitas kesehatan. (fny/jpnn)

Tags :
Kategori :

Terkait