BENGKULU, BE- Perkembangan ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Maret lalu mengalami tren positif. Nilai ekspor Bengkulu bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 18,39 persen. Hal tersebut lebih baik dari bulan Februari yang mengalami penurunan sebesar 24,24 persen. Berdasarkan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, total ekspor Provinsi Bengkulu pada Maret 2014 berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai nilai sebesar 21,76 Juta dolar AS. \"Nilai Ekspor ini mengalami peningkatan 18,39 persen dibandingkan dengan bulan Februari 2014 sebesar 18,38 juta dolar AS,\" ungkap Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dodi Herlando MEcon. Menurut Dodi, dari total nilai ekspor tersebut tercatat 41,20 persen, diantaranya transaksi ekspor langsung melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Nilai Ekspor Provinsi Bengkulu melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai US$ 8,97 juta dengan Volume 161.207 ton. Sementara ekspor melalui pelabuhan lainnya yaitu Teluk Bayur Sumatera Barat mencapai 10,11 juta dolar AS dengan Volume 118.091 ton, yang melalui pelabuhan Sungai Musi/Boom Baru Sumatera Selatan mencapai 2,68 juta dolar AS dengan Volume 1.420 ton. \"Pada bulan Maret 2014 komoditas ekspor Provinsi Bengkulu melalui Pelabuhan Pulau Baai adalah ekspor batu bara sebesar 8,53 juta dolar AS, atau sebesar 95,14 persen dan ekspor cangkang sawit sebesar 0,48 juta dolar AS atau sebesar 4,86 persen,\" tambah Dodi Sementara itu, berdasarkan negara tujuannya ekspor Bengkulu melalui pulau Baai adalah India sebesar 7,68 juta dolar AS atau 35,29 persen, diikuti Italia sebesar 4,77 juta dolar AS atau 21,92 persen, Filipina sebesar 4,61 juta dolar AS atau 21,20 persen, Amerika Serikat sebesar 1,77 juta dolar AS atau 8,13 persen, Malaysia sebesar 1,18 juta dolar AS atau 5,42 persen, Taiwan sebesar 0,44 juta dolar ASatau 2,00 persen, Vietnam sebesar 0,40 juta dolar AS 1,83 persen, Canada sebesar 0,31 juta dolar AS atau 1,42, Jepang sebesar 0,28 juta dolar AS atau 1,30 persen, Belgia sebesar 0,19 juta dolar AS atau 0,86 persen dan yang terakhir China sebesar 0,14 juta dolar AS atau 0,63 persen. Sedangkan untuk impor, pada bulan Maret 2014 tidak terjadi transaksi impor perdagangan luar negeri melalui pelabuhan Pulau Baai Provinsi Bengkulu. Komoditas yang biasanya diimpor melalui pelabuhan Pulau Baai adalah semen, aspal dan alat berat. \"Namun untuk bulan Maret 2014 di Bea Cukai tidak terdapat informasi kegiatan impor melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. atau Pada bulan Maret 2014 tidak terjadi transaksi impor perdagangan luar negeri melalui pelabuhan Pulau Baai Provinsi Bengkulu,\" jelas Dodi.(251)
Nilai Ekspor Bengkulu Naik 18,39 %
Senin 12-05-2014,13:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-03-2026,12:52 WIB
Pasca Lebaran, Harga Sawit di Mukomuko Masih "Perkasa" di Atas Rp3.000/Kg
Jumat 27-03-2026,11:27 WIB
Libur Lebaran, Sampah Jadi Sorotan di Wisata Lubuk Langkap
Jumat 27-03-2026,16:06 WIB
Polemik Parkir Balai Buntar, Pemprov Kukuh Jalankan Meski Tuai Kritik
Jumat 27-03-2026,15:58 WIB
Polres Bengkulu Selatan Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Terkini
Jumat 27-03-2026,17:55 WIB
Revitalisasi Eks Mess Pemda Dikebut, Disiapkan Jadi Kantor Wali Kota
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Jumat 27-03-2026,17:50 WIB
Pantai Panjang Kondusif di Akhir Libur Lebaran 2026, Kolaborasi Lintas Instansi Berbuah Positif
Jumat 27-03-2026,17:48 WIB
Posko Kesehatan Wisata di Kota Bengkulu Berjalan Optimal Selama Libur Lebaran
Jumat 27-03-2026,16:23 WIB