BENGKULU, BE - Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin mendesak agar gubernur segera menggantikan posisi Kadishubkominfo Nonaktif, Drs. Eko Agusrianto. Sebab masih banyak pejabat Pemprov yang memenuhi kriteria. \"Untuk apalagi dipertahankan, kita juga tidak tahu kapan yang bersangkutan akan keluar,\" ujarnya. Menurutnya, kinerja pemerintahan khususnya di Dishubkominfo akan kurang stabil dan banyak mengambang bila tidak dipimpin oleh seorang kepala dinas. \"Kalau saya, yang bermasalah-masalah itu cepat diganti,\" tegasnya. Sultan mengungkapkan, jika bawahannya tersandung kasus dan masih bisa ditolelir, maka ia pun akan memberikan masukan untuk memberikan toleransi. Namun bila kesalahan yang dilakukan sudah tidak dapat ditolelir lagi, apalagi sudah berstatus tersangka, maka ia pun tidak bisa berbuat banyak kecuali menggantikan pejabat yang bermasalah itu dengan orang lain. \"Kita semua tentu sayang sama anak buah kita, tapi bentuk sayang itu tentu ada batasan-batasannya. Jika memang masih berpeluang bebas dalam waktu dekat atau kesalahannya masih bisa ditolelir, silahkan dipertahankan. Jika tidak, ya untuk apa dipertahankan karena ada kepentingan yang lebih besar yang harus kita utamakan, yakni kepentingan publik,\" bebernya. Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd sendiri mengisyaratkan, bahwa jabatan sang Kadis itu belum akan diganti dalam waktu dekat ini. Dan posisi Kadishub pun masih tetap di-Plt-kan kepada Sekretaris Dishubkominfo, Ir Bambang Budi Djatmiko MM. \"Belum, Mohon bersabar dulu,\" kata singkat gubernur. Sebagaimana diketahui, Eko sudah ditahan sejak 5 April lalu dan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan sebesar Rp 395 juta . Namun Eko tetap menjabat sebagai Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu. Hanya saja Eko berstatus nonaktif karena tidak bisa menjalankan tugasnya karena mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Bengkulu. Diduga Terlibat Kasus HPN Selain kasus penipuan, Kadishubkominfo juga diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana Hari Pers Nasional (HPN). Bahkan beberapa media sudah memberitakan bahwa Eko juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun Kapolres Bengkulu, AKBP Bagus Iksantyo Bagus Pramono SH MH, kepada Bengkulu Ekspress kemarin, membantah telah menetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada perhelatan Hari Pers Nasional (HPN). \"Untuk kasus HPN, kita baru Pulbaket (Pengumpulan Bahan Keterangan, red),\" ujarnya, kemarin. Sejauh ini kata Kapolres, ada 4 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang sudah dan akan diperiksa. Untuk yang sudah dipanggil untuk klarifikasi yakni transportasi dari PT SAN, selebihnya Kapolres menegaskan masih Pulbaket. \"Untuk mengetahui kerugaian negara, kita harus menggunakan audit yang resmi dari negara yaitu BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Baru kita bisa tentukan kerugian negara,\" sambungnya. (400/609)
Wagub Desak Copot Kadishub
Rabu 07-05-2014,13:22 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,14:30 WIB
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2026, Siapkan Dokumen Ini
Jumat 06-11-2026,17:36 WIB
SDN 77 Padang Serai Overload, Warga dan DPRD Sepakat Usulkan Pendirian Sekolah Baru
Jumat 06-11-2026,15:10 WIB
Studi Zurich Ungkap 88 Persen Pekerja Tangguh Punya Kinerja Lebih Baik
Jumat 06-11-2026,11:32 WIB
Polresta Bengkulu Gandeng 10 LPKS, Bhabinkamtibmas Bakal Bantu Jaring Peserta Pelatihan Kerja
Jumat 06-11-2026,14:55 WIB
25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis, Pemerintah Siapkan Saldo Rp50 Ribu
Terkini
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Oppo Find X10 Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Keunggulannya\!
Jumat 06-11-2026,21:11 WIB