MUKOMUKO, BE – Harga tandan buah segar (TBS) yang tidak stabil. Yang diindikasi naik dan turunnya harga tersebut dilakukan pihak perusahaan secara sepihak. Untuk meminimalisir hal itu, peran pemerintah dalam hal ini eksekutif dan legislatif harus berperan. “ Ada kewenangan eksekutif dan legislatif. Kita minta jangan hanya diam, tindak lanjuti atas keluhan para petani,” ungkap Ketua Gabungan Petani Sawit Kabupaten Mukomuko, Ir Khairul Siregar. Ekstkutif dan legislatif turun tangan dalam membantu petani sawit dan mencari penyebab tidak stabilnya harga tandan buah segar (TBS), yang telah berjalan selama ini. Padahal Pemda dan DPRD mempunyai kewenangan. Terutama dalam mencari solusi supaya harga TBS kelapa sawit tidak sepihak diturunkan oleh perusahaan. Yang tentunya disesuaikan dengan harga CPO dunia. “ Petani sawit tidak mempermasalahkan jika harga TBS naik dan turun. Karena berdasarkan harga CPO dunia. Yang kami pertanyakan, adanya penurunan harga yang masih dikuasai oleh pihak perusahaan,” katanya. Tahun ini saja, lanjut Khairul, telah beberapa kali harga TBS turun dengan harga bervariasi antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Sebelumnya harga mencapai Rp 1.700/kg dan saat ini harga tertinggi Rp 1.500/Kg. Turunnya harga berdampak pada daya beli petani untuk berbagai jenis pupuk untuk bahan penyubur tanaman kelapa sawit dan pemeliharaan. “ Harga TBS Rp 1.500/kg, petani memang tidak rugi dan mendapatkan keuntungan. Harga yang lumayan tinggi itu bukan berarti pemerintah berdiam diri, namun harus tetap melakukan pengawasan,” demikian Khairul. (900)
Pemda Jangan Diam
Senin 05-05-2014,18:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,09:47 WIB
Tak Perlu Kebun Luas, Ini Cara Menanam Tomat di Polybag dari Benih hingga Panen
Rabu 14-10-2026,10:11 WIB
Survei Celios: 75 Persen Masyarakat Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah, Ini Kata Gibran
Rabu 14-10-2026,09:39 WIB
Tren Kejar Marathon Meningkat, Fisik dan Finansial Wajib Siap
Rabu 14-10-2026,09:54 WIB
IIBF 2026: Ajarkan Anak Pahami Krisis Lingkungan Tanpa Rasa Takut
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB
BAZNAS Bidik Rp70 Triliun pada 2027, Mustahik Didorong Jadi Muzaki
Terkini
Rabu 14-10-2026,15:58 WIB
Dinsos Kota Bengkulu Perkuat Ribuan Agen Perlinsos, Bansos Diharapkan Makin Tepat Sasaran
Rabu 14-10-2026,15:46 WIB
Terseret Arus di Kawasan Dahan Langit, Anak 9 Tahun di Kaur Meninggal Dunia
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB
BAZNAS Bidik Rp70 Triliun pada 2027, Mustahik Didorong Jadi Muzaki
Rabu 14-10-2026,10:11 WIB