BENGKULU, BE - Panita Pangawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bengkulu memastikan PPK Ratu Samban dan Singaran Pati diduga melakukan pelanggaran etika. Perkara tersebut telah dilaporankan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk diusut tuntas. Dikatakan Ketua Panwaslu Kota Bengkulu Sugiarto, PPK Ratu Samban terbukti melanggar etika karena saat rapat pleno makan siang bersama dengan seorang caleg berinisil S yang merupakan calon incumbent. \"Sesuai laporan dari LSM, itu kita juga sudah laporan perkara tersebut ke Bawaslu untuk memberikan rekomendasi kepada KPU,\" jelas SUgiarto. Sementara itu, kata Sugiharto, PPK Singaran Pati melanggar etika, karena menghilangkan form perolehan suara PKS dan PDIP. Sehingga tidak diketahui saat rapat pleno ditingkat KPU Kota Bengkulu. \"Kita tidak menyebutkan jumlahnya, tetapi berdasarkan data yang kita miliki ada pelanggaran itu. Nanti kita lihat apa keputusan Bawaslu apakah akan melapor ke DKPP atau bagaimana,\" sebutnya. Dijelaskannya, anggota PPK yang diduga melakuan pelanggaran etika itu perlu diproses agar tidak tejadi pelanggaran-pelarangan serupa dalam pelaksanaan Pemilu selanjutnya. Apa lagi mengingat dalam waktu dekat kita akan menghadipi Pemilu presiden (Pilpres). (320)
Dua PPK Langgar Etika?
Senin 05-05-2014,14:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,10:29 WIB
Terus Bertumbuh, Bengkel Binaan Yayasan AHM Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Rabu 01-07-2026,13:59 WIB
Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara di Polres Mukomuko Tetap Khidmat
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB