MUKOMUKO, BE – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, menyampaikan kepada seluruh nelayan yang menangkap ikan, supaya menaati jalur – jalur penangkapan yang telah ditentukan. Yakni jalur penangkapan ikan satu, dua dan tiga. “ Di peraturan yang berlaku ada tiga jalur dalam penangkapan ikan dan tidak boleh dilanggar oleh nelayan,” ungkap Kepala DKP Kabupaten Mukomuko, Junaidi SP MSi. Untuk jalur satu, perairan pantai diukur dari permukaan air laut pada surut terendah sampai 3 mil. Yang boleh ada aktifitas dijalur itu adalah alat tangkap ikan yang tetap dan tidak dimodifikasi, dan kapal perikanan tanpa motor dengan ukuran panjang keseluruhan tidak lebih dari 10 meter. Perairan pantai diluar 3 mil sampai 6 mil , alat tangkap ikan tidak menetap yang dimodifikasi, bermotor tempel dan motor dalam dengan ukuran panjang maksimal 12 meter atau berukuran maksimal 5 GT. Pukat cincin berukuran panjang maksimal 150 meter dan jaring insang hanyut ukuran panjang maksimal 1000 meter. \" Semua kapal perikanan yang beroperasi dijalur penangkapan ikan satu tersebut, wajib diberi tanda pengenal jalur dengan mengecat minimal seperempat lambung kiri dan kanan dengan warna putih dan merah,\" jelasnya. Jalur penangkapan ikan dua adalah perairan diluar jalur penangkapan ikan satu dengan 12 mil laut kearah laut. Yang hanya dibolehkan adalah kapal perikanan bermotor berukuran maksimal 60 GT, menggunakan alat penangkap ikan seperti pukat cincin berukuran panjang maksimal 600 meter atau 1000 meter dan jarng insang hanyut berukuran panjang maskimal 2500 meter. Kapal yang beroperasi dijalur itu mengecat lambung kiri dan kanan dengan warna orange. Sedangkan jalur penangkapan ikan tiga adalah perairan diluar jalur penangkapan ikan dua sampai dengan batas terluar Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI).\" Yang dibolehkan kapal perikanan bendera Indonesia berukuran maksimal 200 GT, kecuali yang menggunakan alat penangkapan ikan Purse seine pelagis besar,\" paparnya. Perairan ZEEI selat Malaka dibolehkan kapal perikanan berukuran maksimal 200 GT, kecuali yang menggunakan alat penangkap ikan fist net minimal berukuran 60 GT dan beberapa peraturan lainnya yang harus ditaati oleh para nelayan yang menangkap ikan dijalur tiga tersebut. Yang banyak terjadi diperairan Mukomuko ini, lanjut Junaidi, kapal yang seharusnya melakukan penangkapan dijalur dua, melakukan penangkapan dijalur satu. Inilah adanya laporan dari nelayan. Dalam waktu dekat jajarannya bekerjasama dengan pihak – pihak terkait akan melakukan oprasi diperairan. Terutama untuk membuktikan dugaan penggunaan alat tangkap trawl. Karena alat tangkap tersebut dilarang digunakan karena dapat merusak sumber daya ikan dan lingkungan. Ia juga mengimbau kepada seluruh nelayan menaati jalur – jalur penangkapan tersebut. “ Bagi yang melanggar peraturan bakal dipidana,” tukasnya. (900)
Patuhi Jalur Penangkapan Ikan
Senin 21-04-2014,18:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 14-06-2026,18:07 WIB
Kasus HIV di Kota Bengkulu Capai 1.235 Orang, Dinkes Gencarkan Skrining dan Jamin Kerahasiaan Pasien
Minggu 14-06-2026,18:12 WIB
Verifikasi Sekolah Rakyat 2026 Dimatangkan, Dinsos Bengkulu Pastikan Program Tepat Sasaran
Minggu 14-06-2026,18:24 WIB
Dishub Bengkulu Siapkan 105 Titik Parkir untuk Dukung Kelancaran Festival Tabut 2026
Minggu 14-06-2026,18:19 WIB
Pemkot Bengkulu Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Warga Diminta Laporkan Dugaan Pungli dan Titipan Siswa
Minggu 14-06-2026,21:48 WIB
Musda II KAHMI Mukomuko Jadi Ajang Konsolidasi Gagasan dan Penguatan Organisasi
Terkini
Minggu 14-06-2026,23:10 WIB
Keseruan Vario Street Nation Bengkulu: Kopdar, Sharing, Rolling City Hingga Kontes Modif Honda Vario
Minggu 14-06-2026,23:00 WIB
Vario Modif Bertema Rafflesia dan Kaligrafi Curi Perhatian di Vario Street Nation Bengkulu
Minggu 14-06-2026,22:55 WIB
Astra Motor Bengkulu Perkuat Solidaritas Pengguna Honda Vario Lewat Sharing Komunitas di Vario Street Nation
Minggu 14-06-2026,22:45 WIB
Rolling City Meriahkan Vario Street Nation Bengkulu, Para Pengguna Honda Vario Kampanyekan Safety Riding
Minggu 14-06-2026,22:30 WIB