BENGKULU, BE - Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk memajukan Bank Bengkulu, selaku Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu. Harapannya, Bank Bengkulu bisa go publik dan dikenal seperti beberapa BPD lainnya, dan bisamenjadi BPD Regional Champion (BRC). \"Para kepala daerah wajib membesarkan bank daerah. Pasalnya bank daerah yang menjadi kedaulatan ekonomi kita,\" terang Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamzah saat membuka seminar Asbanda (Asosiasi Perbankan Daerah), di hotel Horizon, kemarin. Gubernur menerangkan, Pemprov Bengkulu juga telah membentuk perda (Peraturan Daerah) tentang penyertaan modal. Pada tahun 2013, Pempov Bengkulu menyertakan modal sebesar Rp 200 miliar. \"Semoga Perda ini bisa diikuti oleh semua kabupaten/kota. Pasalnya daerah lah yang memiliki saham Bank Bengkulu ini,\" tambahnya. Sementara itu Ketua Umum Asbanda, Eko Budiwiyono mengatakan ada tiga pilar yang menjadi perhatian BRC. Pertama, ketahanan yang kuat suatu BPD dalam hal permodalan. BPD harus komit dan efisien dalam mengatur permodalan, guna mencapai tingkat profitabilitas yang memadai. \"Sehingga dapat memberikan kredit dengan suku bunga yang kompetitif kepada masyarakat,\" imbuhnya. Kedua, dalam peranannya sebagai agent of regional development, BPD harus menargetkan porsi yang lebih besar untuk kredit pada sektor-sektor produktif. Selain itu, BPD juga harus berperan untuk meningkatkan fungsi intermediasi. \"Khususnya pada UMKM. BPD harus bekerja sama dengan BPR, baik dalam bentuk linkage program maupun Apex bank,\" tambahnya. Terakhir, lanjut Direktur Bank DKI ini, sebagai bentuk peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat. BPD harus memiliki program standarisasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditunjang dengan perluasan jaringan kantor. Ini untuk mendukung terwujudnya sistem keuangan yang inklusif (financial inclusion). Dengan meningkatkan akses yang seluas-luasna ke masyarakat melalui penciptaan produk dan jasa yang semakin variatif dan unggul. \"Sebagian besar BPD telah berupaya memperluas jaringan memperluas jaringan kantor maupun membuka kedai layanan kredit mikro. Sampai dengan Desember 2013, jumlah kantor layanan BPDSI sebanyak 4.759, dengan jumlah ATM sebanyak 3.804 mesin ATM,\" bebernya. Sementara itu, Direktur Bank Bengkulu Wimran Isman mengatakan, komitmen Bengkulu sangat tinggi untuk menjadikan Bank Bengkulu sebagai BRC. Tahun 2013 lalu, modal yang dimiliki Bank Bengkulu mencapai 1 triliun. \"Saat ini kita sedang memperbaiki SDM, sehingga realisasi bisa terlihat oleh pemerintah. Saat ini, Bank Bengkulu masih menjadi salah satu penyumbang untuk PAD Bengkulu,\" katanya. (609)
Bank Bengkulu Targetkan BRC
Selasa 15-04-2014,11:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,09:47 WIB
Tak Perlu Kebun Luas, Ini Cara Menanam Tomat di Polybag dari Benih hingga Panen
Rabu 14-10-2026,09:39 WIB
Tren Kejar Marathon Meningkat, Fisik dan Finansial Wajib Siap
Rabu 14-10-2026,09:54 WIB
IIBF 2026: Ajarkan Anak Pahami Krisis Lingkungan Tanpa Rasa Takut
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB
BAZNAS Bidik Rp70 Triliun pada 2027, Mustahik Didorong Jadi Muzaki
Rabu 14-10-2026,10:11 WIB
Survei Celios: 75 Persen Masyarakat Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah, Ini Kata Gibran
Terkini
Rabu 14-10-2026,17:34 WIB
Tanggul Air Bengkulu Ditingkatkan, Penanganan Banjir Tanjung Agung dan Tanjung Jaya Belum Tuntas
Rabu 14-10-2026,15:58 WIB
Dinsos Kota Bengkulu Perkuat Ribuan Agen Perlinsos, Bansos Diharapkan Makin Tepat Sasaran
Rabu 14-10-2026,15:46 WIB
Terseret Arus di Kawasan Dahan Langit, Anak 9 Tahun di Kaur Meninggal Dunia
Rabu 14-10-2026,10:47 WIB