VARISES bisa membuat kaki tampak \'berurat\' dan tidak menarik. Agar betis tak terlihat jelek karena varises, ada baiknya mengenal berbagai penyebabnya agar Anda bisa terhindar, dan cara pengobatan agar betis bisa kembali cantik. Varises merupakan pembuluh darah yang melebar, terpelintir, berwarna biru gelap yang terbentuk di bawah kulit kaki dan umumnya terjadi karena pertambahan usia. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa membuat tampilan menjadi tidak sedap dipandang. Normalnya, darah mengalir dari serangkaian vena superfisial di kaki ke vena yang lebih dalam, dan kemudian naik ke jantung. Otot di kaki membantu dengan menekan vena dalam saat seseorang berjalan, memaksa darah kembali ke jantung. Antara vena dalam dan dangkal terletak serangkaian katup satu arah yang dirancang untuk menghentikan darah yang mengalir kembali ke vena superfisial dari vena dalam. Pada beberapa orang katup ini menjadi rusak, dan darah mengalir kembali melalui katup, dibantu oleh otot-otot kaki yang sekarang memaksa darah melalui katup yang rusak. Vena superfisial menjadi bengkak, biru dan sangat terlihat. Kondisi inilah yang disebut varises, seperti dikutip dari abc.net.au, Selasa (8/4). Varises cenderung menurun dalam keluarga dan sedikit lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Pada wanita, varises sering muncul pertama kali dalam kehamilan, dan kehamilan lebih lanjut dapat membuatnya lebih buruk. Varises juga lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan dan pada orang yang bekerja dengan berdiri berkepanjangan. Bagaimana pengobatannya? Karena tidak menimbulkan bahaya kesehatan, sebenarnya varises tidak memerlukan pengobatan. Hanya saja, kondisi ini dapat menganggu wanita secara estetika. Beberapa pengobatannya yang bisa dilakukan antara lain: Perawatan non-bedah Mengenakan stoking pendukung dapat memberikan bantuan untuk mengurangi gejala seperti kaki terasa sakit, berat, gatal, dan bengkak. Tromboflebitis dapat diobati dengan obat anti-inflamasi seperti aspirin dan obat non-steroidal anti-inflamasi. Operasi Jika perawatan non-bedah tidak membantu, gejalanya menetap dan merepotkan, langkah selanjutnya adalah pembedahan untuk mengangkat varises. 1. Penghapusan vena Pendekatan tradisional adalah untuk pembedahan menghapus varises. Ada beberapa teknik, yaitu mengikat pembuluh darah yang terkena dampak (ligasi) dan dalam beberapa kasus menghilangkannya dengan menggunakan berbagai instrumen di bawah anestesi (disebut \'stripping\' atau \'phlebectomy\'). Jika orang tersebut memiliki kaki gemuk dan/atau varises besar, mungkin akan ada beberapa memar setelah operasi, tetapi kebanyakan orang sembuh dengan baik. 2. Sclerotherapy Teknik yang lebih umum digunakan (terutama untuk pembuluh darah kecil dan spider veins) disebut Sclerotherapy, melibatkan injeksi bahan kimia yang scleroses (melelastiskan) varises. Bahan kimia iritan, biasanya natrium tetradecyl atau polidocanol, disuntikkan ke dalam vena, menyebabkannya kolaps. Setelah periode itu, dinding pembuluh darah secara alami menutup bersama-sama sehingga pembuluh darah tidak bisa lagi membawa darah. Electrodessication dan laser Teknik yang kurang umum digunakan antara lain electrodessication, di mana pembuluh darah disegel oleh arus listrik; dan perawatan laser, di mana pembuluh darah dihancurkan oleh laser. (net)
Tak Ingin Varises?
Rabu 09-04-2014,11:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,13:54 WIB
Saksi A De Charge Ungkap Keluarga Mengetahui Pengakuan Latifa Mengambil Uang Perusahaan
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB