TASIK - Kecelakaan kereta api kembali terjadi. Kali ini melanda, KA Malabar di Kampung Terung Desa Mekarsari Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya kemarin (4/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Hingga pukul 22.00 WIB, kecelakaan itu menewaskan tiga orang. Sedangkan, dua orang yang dianggap tim evakuasi tewas, mengalami luka parah yakni patah tulang. “Laju kereta api melaju pelan-pelan karena hujan,” ungkap penumpang yang duduk di gerbong IV ini kepada Radar Tasik (JPNN Grup), Jumat (4/4) tadi malam. Ketika memasuki Kampung Terung, terang dia, kereta api yang ditumpanginya menabrak longsoran sehingga, gerbong lokomotif, gerbong satu dan gerbong dua anjlok dari Semua penumpang di gerbong IV, kata dia, panik dan berteriak histeris. Apalagi melihat gerbong satu dan dua akan terjun ke jurang. “Kami langsung keluar, karena takut gerbong IV juga tergusur ke jurang,” kata dia. Tak lama kecelakaan itu terjadi, terang dia, masyarakat setempat langsung berdatangan ke lokasi kecelakaan membantu evakuasi korban. Di gerbong IV, paparnya, tidak ada korban jiwa. Para penumpang menderita luka cukup serius dan luka ringan. “Saya langsung dievakuasi ke madrasah setempat… Saya tidak tahu kondisi penumpang gerbong satu dan dua karena di sana (tempat kejadian perkara) sangat gelap,” papar dia. Para korban, kata dia, sudah ditangani para medis. Anggota kepolisian, TNI dan relawan juga sudah ikut mengevakuasi. “Saya pulang ke Jogja sendirian. Sudah menghubungi keluarga di sana,” tutur dia. Tim Evakuasi dari Relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Kadipaten Taupik Ismail mengatakan belum mengetahui pasti berapa banyak korban yang berjatuhan atau terjepit gerbong satu dan dua. Karena di TKP tidak ada lampu penerangan. “Korban ada yang dievakuasi ke madrasah, ke masjid dan ke rumah-rumah warga,” papar dia yang sedang mengevakuasi korban di lokasi tadi malam. Heri Maksudi (32), warga di sekitar lokasi kecelakaan mengatakan ratusan warga bersama TNI dan Polri melakukan evakuasi korban. (snd/sep/mg4/jpnn)
Ini Kesaksian Penumpang KA Malabar yang Anjlok
Sabtu 05-04-2014,07:28 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-04-2026,12:22 WIB
Pamit Memancing, Asep Prasetyo Ditemukan Meninggal di Sungai Akasia
Kamis 23-04-2026,12:19 WIB
Tuntutan Menggunung di Kasus Tambang Bengkulu, Dari 1 Tahun hingga 10 Tahun Penjara
Kamis 23-04-2026,18:21 WIB
Plt Bupati Rejang Lebong Turun Tangan, Air Bersih hingga Drainase di Puncak Pelalo Jadi Perhatian
Kamis 23-04-2026,12:25 WIB
Kapolresta Bengkulu Pimpin Sertijab Empat Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Kamis 23-04-2026,12:15 WIB
Proyek Jembatan Timbang Mukomuko Mandek, Masalah Hibah Lahan Jadi Penghambat Utama
Terkini
Kamis 23-04-2026,18:33 WIB
Tak Ingin Asal Jadi, Dinas PUPR Bengkulu Selatan Gandeng Jaksa Awasi Proyek Jalan
Kamis 23-04-2026,18:21 WIB
Plt Bupati Rejang Lebong Turun Tangan, Air Bersih hingga Drainase di Puncak Pelalo Jadi Perhatian
Kamis 23-04-2026,18:11 WIB
Pemkot Bengkulu Bongkar Pondok di Pantai Panjang, Siapkan Gazebo Gratis untuk Wisatawan
Kamis 23-04-2026,18:09 WIB
Pemkot Bengkulu Perketat Penataan, Targetkan Pantai Panjang Bebas Pondok Liar
Kamis 23-04-2026,18:07 WIB