JAKARTA - Kanker subsidi di anggaran pemerintah yang semakin meyiksa memaksa pemerintah membuka lagi pilihan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pengambil kebijakan menilai subsidi energi sangat perlu dikurangi secara simultan. \"Tidak menutup kemungkinan (BBM naik). Tahun ini mungkin saja,\" ungkap Pelaksana Tugas Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto, di acara peluncuran buku laporan ekonomi Bank Indonesia (BI), di Gedung BI, Rabu (2/4). Andin memaparkan, kebijakan ini perlu diambil sebab saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan reformasi subsidi agar efisien dan tepat sasaran. Pihaknya bercermin ke beberapa negara berkembang yang berhasil dalam reformasi subsidi seperti Turki, Afrika Selatan, dan Filiphina. \"Mereka subsidinya konsisten dan terukur. Tidak bisa sporadis pada saat kita perlu,\" paparnya. Oleh karena itu, pihaknya bakal membikin sebuah road map dalam jangka menengah, agar subsidi energi tersebut berjalan konsisten pada saat perlu maupun tidak perlu. \"Supaya konsisten, paling mudah melalui pengetatan dari sisi permintaan dengan mengurangi subsidi. Biasanya saat kepepet kita menjadi cerdas seperti pada 2013, dengan menaikkan harga BBM 44 persen,\" ujarnya. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior (DGS) BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, pengurangan subsidi BBM perlu dilakukan untuk mencapai target inflasi yang rendah pada jangka menengah-panjang. \"Negara lain yang tidak menyubsidi energi, atau subsidi energinya fixed, cenderung tak mengalami lonjakan kenaikan harga BBM,\" ujarnya. Karena itu, menurut mantan ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut, perlu ada perencanaan dalam jangka menengah untuk mengubah sistem subsidi menjadi fixed subsidi yang lebih pasti. \"Kalau ada fixed subsidi, pertama dinaikkan akan ada kontraksi inflasi. Namun seterusnya sudah tidak,\" jelasnya. Jika menggunakan fixed subsidi, ia. Juga optimistis inflasi bisa dijaga di level 2 persen. Tidak pelak, kebijakan suku bunga rendah pun akan lebih mudah tercapai. \"Kalau ingin seperti Thailand dan Filiphina yang suku bunganya 3-4 persen, inflasi Indonesia harus 2 persen. Karena itu inflasi harus stabil,\" tuturnya. Rekomendasi kenaikan harga BBM subsidi memang selalu disuarakan berbagai institusi asing. Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia Ndiame Diop mengatakan, masalah utama penghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah minimnya infrastruktur. Sayangnya, pemerintah selalu kesulitan membangun infrastruktur karena kurangnya anggaran. \'Ini karena dana APBN terlalu banyak disedot untuk subsidi BBM,\' ujarnya. Menurut Ndiame, besarnya subsidi BBM juga memicu rangkaian efek negatif bagi Indonesia, mulai dari borosnya konsumsi BBM karena harga yang murah, tingginya impor BBM yang membebani neraca perdagangan, hingga sulitnya pengembangan energi alternatif karena kalah bersaing dengan BBM. \'Apalagi, subsidi BBM juga salah sasaran karena lebih banyak dinikmati masyarakat kaya,\' katanya. Hal senada disampaikan Deputy Country Director Asian Development Bank (ADB) Edimon Ginting. Menurut dia, Indonesia harus serius menjalankan reformasi dalam subsidi BBM. \'Program pembatasan konsumsi BBM (untuk mobil) memang bisa membantu. Tapi, langkah paling efektif tetap dengan menaikkan harga BBM,\' ucapnya. Edimon mengatakan, semakin cepat dilakukan, pengurangan subsidi BBM akan makin baik bagi perekonomian di jangka menengah dan panjang. Namun demikian, dia mengakui jika pemerintah akan berat untuk menaikkan harga BBM subsidi pada tahun Pemilu ini. \'Saya kira pasar (investor, Red) bisa memahami hal ini. Tapi, pemerintahan berikutnya harus berani menaikkan harga BBM,\' katanya. (gal/owi/kim)
Harga BBM Bakal Naik Lagi
Kamis 03-04-2014,08:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 06-08-2026,16:56 WIB
Tiga Guru SD IT Rabbani Mengaku Diberhentikan, Pihak Sekolah Sebut Berdasarkan Evaluasi Kinerja
Kamis 06-08-2026,21:05 WIB
Jangan Asal Miring, Ini Tips Menikung yang Aman Saat Berkendara
Kamis 06-08-2026,16:50 WIB
Kajati Bengkulu Saiful Bahri Siregar Dimutasi, Anton Delianto Gantikan Posisinya
Kamis 06-08-2026,16:40 WIB
KPPN Pasang Syarat Serapan 75 Persen, Pemkab Mukomuko Dituntut Ngebut Belanja DAU
Kamis 06-08-2026,15:32 WIB
Hasil Uji Laboratorium Keluar, Sejumlah Parameter Limbah PT SBS Lampaui Baku Mutu
Terkini
Jumat 07-08-2026,15:12 WIB
Pancaroba Tingkatkan Risiko DBD dan ISPA, Warga Kota Bengkulu Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Jumat 07-08-2026,14:44 WIB
PAD Mukomuko Baru 47 Persen, BKD Kejar Target Akhir Tahun
Jumat 07-08-2026,14:41 WIB
Dikbud Kota Bengkulu Larang Sekolah Pungut Biaya Lomba HUT RI, Orang Tua Diminta Segera Melapor
Jumat 07-08-2026,14:40 WIB
Mukomuko Kejar Dana Pusat untuk Perbaikan Irigasi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Jumat 07-08-2026,14:09 WIB