BENGKULU, BE – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bengkulu, Ir Sugiharto menilai reward Walikota H. Helmi Hasan SE, memberikan reward hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta, untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) ramai, dalam rangka menekan angka golput nantinya menjadi tidak baik. \"Untuk reward itu sah-sah saja, tetapi menurut saya masih banyak cara lain yang dapat digunakan,\" jelas Sugiharto. Sugiharto mengkhawatirkan timbul persoalan kedepannya terkait reward tersebut. Saat diketahui TPS yang ramai tersebut kebetulan menang suara partai Walikota, maka dapat timbul anggapan bila walikota tidak netral. “Dilakukan sosialisasi saja untuk pencoblosan. Saya mengingatkan jangan sampai timbul anggapan masyarakat pemimpinnya tidak netral,\" ungkapnya. Sugiharto menilai apa yang dilakukan Walikota itu, memiliki tujuan baik untuk kesuksesan penyelenggaraan pemilu. Dengan menekan angka golput, akan memberikan motivasi warga masyarakat agar menggunakan hak suaranya saat pencoblosan nanti. “Jika dilihat dari bentuk motivasinya bagus, tetapi saya rasa masih banyak cara elegan lainya yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mensukseskan pemilu,\" tegasnya. (320)
Reward Walikota Bisa Jadi “Bumerang”
Selasa 25-03-2014,13:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,10:29 WIB
Terus Bertumbuh, Bengkel Binaan Yayasan AHM Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Rabu 01-07-2026,13:59 WIB
Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara di Polres Mukomuko Tetap Khidmat
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB