KEPAHIANG, BE – Triwulan pertama tahun ini, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kepahiang membukukan efisiensi anggaran Rp 1,07 miliar. Jumlah tersebut didapat dari proses pelelangan 13 Paket lelang yang ditayangkan pada website LPSE Kepahiang dengan total pagu yang ditawarkan sebesar Rp 22 Miliar lebih. \"Dua paket pengadaan sudah melewati tahapan evaluasi akhir, bahkan sudah ditetapkan pemenang disusul penandatangan kontrak. Prediksi kami, efisiensi ini akan terus meningkat, karena dengan sistem LPSE memberikan akses luas bagi penyedia untuk mengikuti tender,\" kata Kepala LPSE Kabupaten Kepahiang, Benny Irawan SE MM didampingi Sekretaris LPSE Kabupaten Kepahiang Jono Antono S Sos. Dikatakannya, proses lelang melalui LPSE hanya diperuntukkan bagi pengadaan barang jasa, konstruksi atau jasa lainnya dengan pagu dana diatas Rp 200 juta, khusus jasa konsultansi diatas Rp 50 juta. Sementara untuk paket pengadaan dibawah angka tersebut mekanisme pengelolaanya dikelola langsung PA/KPA dengan menunjuk Pejabat Pengadaan dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Terhadap kalangan pelaku usaha yang memang memiliki kualifikasi dan memiliki keinginan mengikuti komposisi penawaran seperti ini, dapat melakukan keikutsertaan dengan memantau setiap pengadaan yang ditawarkan SKPD. \"Agar dapat mengetahui paket apa saja yang ditawarkan oleh SKPD, rekan-rekan pelaku usaha bisa melihat Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada aplikasi SIRUP LPSE dan LKPP, dengan alamat internet https://sirup.lkpp.go.id/sirup,\" jelasnya. Menurutnya, pihaknya kembali menegaskan supaya seluruh PA/KPA di Kabupaten Kepahiang dapat menayangkan RUP. Setiap SKPD sudah memiliki user id, untuk melakukan penginputan data di aplikasi SiRUP secara online. Mengenai persepsi tidak ada pengadaan lantas tidak menayangkan RUP, pihaknya menilai kalau pandangan itu keliru. Sebab pengadaan yang dimaksud dalam RUP meliputi seluruh belanja langsung yang ada di masing-masing DPA SKPD, semuanya harus ditayangkan. “Pada saat melakukan input data di aplikasi SIRUP, baru nanti dipisah menjadi dua bagian. Untuk belanja yang proses pengadaanya melibatkan pihak ketiga agar ditempatkan dikolom Penyedia, sedangkan belanja yang dikelola sendiri seperti honorarium, ATK, Perjalanan Dinas, photocopy itu ditempatkan pada kolom Swakelola. Kami LPSE Kabupaten sejak awal siap memandu bagi pihak yang bermasalah melakukan input data,\" tandasnya. (505)
Lagi, LPSE Hemat Rp 1,07 M
Kamis 20-03-2014,17:14 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,19:33 WIB
Meski Tertunda, Pemprov Terus Genjot Kelanjutan Tol Bengkulu –Lubuklinggau
Minggu 19-04-2026,15:01 WIB
Produk Halal Jadi Kebutuhan Mendasar, Komisi VIII DPR RI Ingatkan Kesadaran Masyarakat dan Pelaku UMKM
Minggu 19-04-2026,13:43 WIB
Kesiapan Bengkulu Hadapi Ancaman Megathrust Terus Diperkuat Lewat Simulasi
Minggu 19-04-2026,14:56 WIB
Pengelolaan Dana Haji Kian Transparan, DPR RI dan BPKH Paparkan Sistem Pengawasan Berlapis di Bengkulu
Minggu 19-04-2026,14:13 WIB
Dinilai Konsisten Perjuangkan Kebijakan Kesehatan, Destita Khairilisani Raih The Change Maker Awards 2026
Terkini
Minggu 19-04-2026,19:43 WIB
Kue Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025
Minggu 19-04-2026,19:33 WIB
Meski Tertunda, Pemprov Terus Genjot Kelanjutan Tol Bengkulu –Lubuklinggau
Minggu 19-04-2026,19:07 WIB
Luar Biasa! SPPG Padang Lebar Jadi Role Model Dapur Gizi Modern dan Ramah Lingkungan
Minggu 19-04-2026,19:01 WIB
Dari Lokal ke Digital, UMKM Bengkulu Selatan Siap Bersaing
Minggu 19-04-2026,15:01 WIB