TUBEI, BE - Warga di Kecamatan Topos Kabupaten Lebong mengharapkan dibukanya jalur yang menghubungkan Kecamatan Topos dengan Muara Aman melalui Desa Turan Lalang. Sebab selama ini jalur yang ada yakni melewati Kecamatan Rimbo Pengadang dan Lebong Selatan dinilai terlalu jauh dan tidak efektif karen haraknya sekitar 30 meter. Sedangkan jika dibukanya jalan tembus melalui Desa Turan Lalang tersebut dapat ditempuh dengan jarak 12 Km. Hal itu dikatakan Ketua komisi II DPRD Lebong, Hersyan kepada wartawan kemarin. \"Saat ini masyarakat di Kecamatan Topos berharap jalur Topos-Muara Aman melalui Turan Lalang yang badan jalannya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dulu, bisa dibuka kembali. Hal ini wajar, karena jalur yang ada saat ini yakni dari Topos ke Tes melalui Rimbo Pengadang jaraknya lebih 30 km. Padahal kalau lewat Turan Lalang paling-paling hanya 12-13 km saja,\" ungkap Hersyan. Menurut Hersyan, dengan dibukanya akses jalan Turan Lalang akan menguntungkan dari segi perekonomian masyarakat. \"Setidaknya masyarakat Topos yang mau memasarkan hasil pertaniannya bisa berhemat di segi transportasi. Selama ini jarak yang mereka tempuh terlalu jauh, sangat boros di sisi ongkos dan BBM-nya,\" kata Hersyan. Kendati demikian, Hersyan menyadari keinginan masyarakat tersebut terkendala dengan wilayah Turan Lalang yang saat ini masuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Tentu saja pembangunan jalan tidak bisa dilakukan selama belum ada pembebasan daerah tersebut. \"Sekarang yang jadi masalah, daerah itu masuk ke dalam TNKS. Kalau mau dibangun jalan di sana pasti menyalahi dari segi hukum karena melanggar undang-undang. Tapi yang harus dipikirkan, Undang-Undang TNKS itu baru berlaku pada tahun 1986, sedangkan jalan di turan lalang itu sudah digunakan sejak zaman kolonial Belanda. Badan jalan dan jembatannyapun masih ada sampai sekarang,\" ucap Hersyan. Untuk itu, pihaknya berharap Pemkab Lebong melalui dinas terkait dapat mengupayakan pembebasan daerah tersebut. Sebab hal itu menyangkut langsung dengan kepentingan masyarakat Lebong. \"Nanti dulu-lah soal buat jalan yang beratus-ratus kilometer itu. Pikirkan dulu yang masyarakat Topos ini, paling-paling hanya 13 km dan badan jalannyapun sudah ada. Kami berharap pemkab Lebong bisa lebih memperhatikan hal ini. Langkah awalnya mungkin melalui dinas kehutanan untuk mengupayakan pembebasan lahan yang masuk dalam TNKS itu dulu. Sebab kita tentunya kita tidak ingin tersangkut dengan masalah hukum aatau perundang-undangan nantinya,\" pungkas Hersyan.(777)
Harapkan Jalan Tembus Turan Lalang
Kamis 29-11-2012,12:11 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 14-06-2026,18:07 WIB
Kasus HIV di Kota Bengkulu Capai 1.235 Orang, Dinkes Gencarkan Skrining dan Jamin Kerahasiaan Pasien
Minggu 14-06-2026,18:12 WIB
Verifikasi Sekolah Rakyat 2026 Dimatangkan, Dinsos Bengkulu Pastikan Program Tepat Sasaran
Minggu 14-06-2026,18:24 WIB
Dishub Bengkulu Siapkan 105 Titik Parkir untuk Dukung Kelancaran Festival Tabut 2026
Minggu 14-06-2026,18:19 WIB
Pemkot Bengkulu Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Warga Diminta Laporkan Dugaan Pungli dan Titipan Siswa
Minggu 14-06-2026,21:48 WIB
Musda II KAHMI Mukomuko Jadi Ajang Konsolidasi Gagasan dan Penguatan Organisasi
Terkini
Minggu 14-06-2026,23:10 WIB
Keseruan Vario Street Nation Bengkulu: Kopdar, Sharing, Rolling City Hingga Kontes Modif Honda Vario
Minggu 14-06-2026,23:00 WIB
Vario Modif Bertema Rafflesia dan Kaligrafi Curi Perhatian di Vario Street Nation Bengkulu
Minggu 14-06-2026,22:55 WIB
Astra Motor Bengkulu Perkuat Solidaritas Pengguna Honda Vario Lewat Sharing Komunitas di Vario Street Nation
Minggu 14-06-2026,22:45 WIB
Rolling City Meriahkan Vario Street Nation Bengkulu, Para Pengguna Honda Vario Kampanyekan Safety Riding
Minggu 14-06-2026,22:30 WIB