Integrasi Nilai UN Hak Rektor

Kamis 20-02-2014,09:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

 JAKARTA, BE – Integrasi nilai ujian nasional (UN) untuk menjadi pertimbangan kelulusan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dipasrahkan ke masing-masing rektor. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak bisa mengintervensi otonomi kampus untuk menetapkan calon mahasiswa yang diterima. Ketua Umum Panitia Pusat SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia menuturkan, negara sudah mengatur bahwa kewenangan menetapkan kelulusan pelamar PTN ada di rektor. ’’Bukan di jajaran pemerintah,’’ katanya. Pria yang juga rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu mengatakan, jajaran Kemendikbud sudah memberi lampu hijau bahwa integrasi nilai UN menjadi wewenang rektor. ’’Pada prinsipnya, para rektor PTN sudah bersepakat menggunakan nilai UN sebagai salah satu pertimbangan kelulusan SNMPTN,’’ ujarnya. Pertimbangan utama dalam kelulusan tetap melalui rekam jejak akademis siswa yang tercantum dalam rapor. Dia mengatakan, sampai kini tidak ada formulasi atau rumus khusus dalam menghitung nilai UN dalam ketetapan kelulusan siswa. Ganjar menjelaskan, masing-masing rektor memiliki cara sendiri dalam menggabungkan nilai UN untuk kelulusan SNMPTN. Ia juga menuturkan, panitia SNMPTN 2014 tidak begitu saja melihat hasil rapor siswa. Banyak sekolah yang selama ini tidak dikenal di kalangan PTN, tiba-tiba nilai rapor siswanya antara 8 dan 9. Kasus ini membuat PTN curiga, jangan-jangan sejak siswa masuk pihak sekolah sudah mengatrol nilai. Pengatrolan atau markup nilai rapor siswa oleh sekolah bisa fatal. Yakni sekolah bakal masuk dalam daftar hitam atau blacklist. Sekolah yang di-blacklist tidak boleh mengikuti SNMPTN dua tahun berturut-turut. Ganjar mengatakan, dalam SNMPTN 2013 dinyatakan sekitar 40 sekolah yang diduga curang sehingga di-blacklist oleh panitia. Tetapi pendaftaran SNMPTN 2014 yang telah dibuka saat ini, Ganjar memberikan perkembangan penanganan sekolah-sekolah yang di-blacklist itu. ’’Dari seluruh sekolah yang di-blacklist, tinggal sepuluh yang masih blacklist,’’ katanya. Ia menuturkan, ada sekitar 30 sekolah yang diampuni dan keluar dari daftar hitam. Sekolah-sekolah yang mendapatkan ampunan itu bisa mendaftarkan siswanya mengikuti SNMPTN 2014. Mereka diampuni karena sudah memanfaatkan masa klarifikasi yang dibuka jajaran PTN. ’’Dalam masa klarifikasi itu banyak yang ditanyakan,’’ jelasnya. Seperti, jika sekolah terbukti menggelembungkan nilai rapor, baru diampuni bila kepala sekolahnya diberi sanksi keras seperti mutasi dan sebagainya. Dengan cara tegas ini, PTN ingin menjaga kredibilitas penyelenggaraan SNMPTN. Lemot Panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2014 telah mengevaluasi pelaksanaan masa pendaftaran hari pertama. Hasilnya di tingkat sekolah dan siswa, banyak keluhan gagal koneksi sehingga pendaftaran tidak tuntas. Panitia meminta masyarakat tidak langsung memvonis server panitia lemot (lemah/lambat, Red). Sekretaris Kelompok Kerja Panitia Nasional SNMPTN 2014 Bambang Hermanto mengatakan, hingga kemarin sore jumlah pelamar tuntas SNMPTN 2014 mencapai 1.154. Artinya, tidak ada pergerakan signifikan antara hari kedua dan pertama pendaftaran SNMPTN. Sebab pada hari pertama pendaftaran Senin lalu, jumlah pelamar sudah menyentuh angka seribu siswa. Terkait keluhan siswa bahwa tidak bisa menuntaskan pendaftaran karena gagal koneksi, Bambang meminta tak langsung memvonis server panitia SNMPTN lemot. ’’Sebab bisa jadi terputusnya itu di sambungan internet pelamar. Jangan langsung menuduh server kami lemah,” tandasnya. Bambang menjelaskan, inti kesuksesan pendaftaran online SNMPTN 2014 tidak hanya terletak pada server panitia. Tetapi juga kualitas sambungan internet yang digunakan saat siswa melakukan pendaftaran. Sambungan internet dengan WiFi rawan terputus, sehingga tidak dianjurkan untuk pendaftaran online. Untuk lebih aman, siswa pelamar SNMPTN bisa menggunakan jasa layanan internet di warnet komersial. Alternatif sambungan internet lain yang lumayan stabil adalah koneksi internet via kabel telepon. Berinternet menggunakan modem juga rawan terputus koneksinya. Sebab, sinyal internet yang dipancarkan bisa terpengaruh cuaca dan sebagainya. Bambang menuturkan, jika kendala selama ini disebabkan server panitia, maka kasus koneksi terputus tidak hanya terjadi di tempat-tempat tertentu. ’’Kami sudah mengecek ke sejumlah daerah seperti Denpasar, Mataram, dan Medan tidak ada keluhan,” papar dia. Tim IT panitia SNMPTN sudah turun ke lapangan terkait keluhan siswa gagal menuntaskan lamaran karena koneksi internet terputus. Bambang mengatakan, ternyata sumber masalahnya bukan di panitia. Tetapi di jaringan atau perangkat yang tersedia di sekolah atau yang digunakan siswa saat mendaftar. Bambang menambahkan, siswa tidak perlu khawatir jika pendaftaran SNMPTN belum tuntas karena koneksi internet mati. Pendaftaran bisa dilanjutkan, asalkan siswa mengisi dengan benar data PIN dan kata kunci (password) masing-masing.(jp)

Tags :
Kategori :

Terkait