KOTA MANNA, BE – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) BS mengharapkan kepada guru yang kurang puas terhadap mutasi beberapa waktu lalu, diharapkan melapor langsung ke Disdikpora. Hal ini disampaikan Kadis Dikpora BS, Sahidin Maim MPd melalui Sekretaris Dinas, Mustafa Lufti MPd kemarin. Hal ini menanggapi keluhan seorang guru agama yang tidak mendapat jam mengajar di sekolah barunya, hingga hanya diberikan mengajar mata pelajaran muatan lokal. “Sampaikan langsung ke dinas, nanti dinas akan menampung keluhan tersebut untuk kemudian dicarikan solusi terbaik,” ujar Pak Maman –sapaan akrab Mustafa Lufti-. Pak Maman mengatakan, dia sebenarnya tidak tahu persis terkait teknis penempatan mutasi guru SMA tersebut, karena mutasi guru SMA teknisnya pada Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) begitu juga untuk tingkat SMP dan SD di Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas). Namun demikian, jika usulan itu disampaikan kepadanya atau kepala dinas, maka mereka akan menyampaikan hal itu ke masing-masing bidang. Kemudian pihaknya menyampaikan usulan itu ke Badan Kepegawaian dan Diklat )BKD) BS untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Sebab itu, Maman membantah tudingan mutasi itu syarat kepentingan politik. Menurutnya, mutasi itu tujuannya untuk pemerataan guru dan penyegaran organisasi guru. Diakuinya adanya pro kontra terhadap mutasi merupakan hal biasa. “Tujuan mutasi ini murni untuk pemerataan guru, hanya saja di BS ini memang jumlah guru sudah berlebih, jadi kalaupun dimutasikan sebagian tetap terjadi kelebihan guru. Namun kami siap menerima masukan ataupun saran serta keluhan, untuk bahan pertimbangan, jika sewaktu-waktu nanti ada mutasi kembali,” imbuhnya. Terkait dengan Nurhasanah SPd yang hanya mengajar Muatan Lokal Iqro’, menurutnya hal itu tidak jadi masalah, sebab mata pelajaran iqro’ ini erat kaitannya dengan Pendidikan Agama. Begitu juga dengan sang guru itu yang kembali mengajar di sekolah tempat dia mengajar sebelumnya, sepanjang kepala sekolah tidak melarang dan sekolah lain menerimanya. “Syarat wajib seorang guru minimal mengajar 6 jam mata pelajaran sesuai dengan pendidikannya, selebihnya boleh mengajar mata pelajaran lain dan di sekolah lain,” terang Pak Maman. Diketahui saat mutasi sebelumnya seorang guru Agama di SMAN 1 BS atas nama Nurhasanah SPd dimutasi ke SMKN 4 BS. Hanya saja dirinya hanya mendapat 6 jam pelajaran dengan mata pelajaran yang diajarkannya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya sebagai guru agama. Secara kebetulan di SMAN 1 BS pelajaran yang ditinggalkannya belum ada guru yang mengajarkannya, sehingga dia kembali diterima mengajar pendidikan agama di sekolah tersebut. (369)
Siap Tampung Keluhan Guru
Kamis 06-02-2014,19:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 17-05-2026,14:55 WIB
Ketahanan Pangan Diperkuat, Dua SPPG Polres Bengkulu Selatan Hadir di Kecamatan Pino dan Pino Raya
Minggu 17-05-2026,17:36 WIB
Polri Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Nasional, Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Minggu 17-05-2026,14:59 WIB
Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Menembak Piala Danyonif 144/JY
Minggu 17-05-2026,14:49 WIB
Presiden Prabowo Launching 1.061 Titik KDKMP, Kodim 0408/BS Ikuti Vidcon dari Desa Jeranglah Rendah
Minggu 17-05-2026,14:39 WIB
Tuan Rumah MTQ ke-37, Seluma Bidik Gelar Juara Umum
Terkini
Minggu 17-05-2026,22:05 WIB
Culture Day 2026 Astra Motor Bengkulu Hadirkan Semangat Kreativitas dan Budaya Besurek
Minggu 17-05-2026,21:47 WIB
Astra Motor Bengkulu Hadirkan Keseruan Couple Ride Bareng Honda Scoopy
Minggu 17-05-2026,20:43 WIB
Cegah Inflasi Jelang Lebaran Idul Adha, Pemprov Bengkulu Siapkan Langkah Strategis
Minggu 17-05-2026,20:39 WIB
1.061 Koperasi Kelurahan Merah Putih Resmi Beroperasi, Kota Bengkulu Siap Perkuat UMKM
Minggu 17-05-2026,20:37 WIB